Pasar Halal Dunia Meluas, Indonesia Dinilai Siap Jadi Produsen Global
Tim langit 7
Ahad, 05 April 2026 - 06:00 WIB
Pasar Halal Dunia Meluas, Indonesia Dinilai Siap Jadi Produsen Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Peluang Indonesia untuk mengambil peran utama dalam industri halal global semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan produk halal di pasar internasional. Dengan modal pasar domestik yang besar serta kapasitas produksi yang terus berkembang, posisi Indonesia dinilai semakin strategis untuk naik kelas dari sekadar konsumen menjadi pemain utama.
Chairman B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid menilai kekuatan tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat global. “Indonesia memiliki pasar, kapasitas produksi dan basis pelaku usaha yang kuat,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/3/2026).
Ia menegaskan bahwa standar halal di Indonesia yang ketat menjadi nilai tambah tersendiri. Kemampuan menjaga kualitas dan kepatuhan terhadap standar tersebut dinilai bisa menjadi modal kuat untuk memperluas pengaruh di pasar internasional.
Untuk mendorong hal tersebut, Arsjad menekankan pentingnya memperluas akses ke pasar global sejak dini. Ia menyebut pihaknya siap berkontribusi dengan memanfaatkan jaringan konektivitas yang sudah dimiliki.
“Dengan konektivitas yang semakin terbangun, peluang untuk memperluas kehadiran di pasar global akan semakin terbuka,” ucap Arsjad.
Menurutnya, konektivitas menjadi faktor kunci dalam memperkuat hubungan dagang dan memperluas distribusi produk halal ke berbagai negara.
Jika dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpotensi meningkatkan nilai jualnya di pasar global, sekaligus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar terbesar tetapi juga sebagai produsen dan eksportir dalam halal economy global.
Chairman B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid menilai kekuatan tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat global. “Indonesia memiliki pasar, kapasitas produksi dan basis pelaku usaha yang kuat,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/3/2026).
Ia menegaskan bahwa standar halal di Indonesia yang ketat menjadi nilai tambah tersendiri. Kemampuan menjaga kualitas dan kepatuhan terhadap standar tersebut dinilai bisa menjadi modal kuat untuk memperluas pengaruh di pasar internasional.
Untuk mendorong hal tersebut, Arsjad menekankan pentingnya memperluas akses ke pasar global sejak dini. Ia menyebut pihaknya siap berkontribusi dengan memanfaatkan jaringan konektivitas yang sudah dimiliki.
“Dengan konektivitas yang semakin terbangun, peluang untuk memperluas kehadiran di pasar global akan semakin terbuka,” ucap Arsjad.
Menurutnya, konektivitas menjadi faktor kunci dalam memperkuat hubungan dagang dan memperluas distribusi produk halal ke berbagai negara.
Jika dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpotensi meningkatkan nilai jualnya di pasar global, sekaligus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pasar terbesar tetapi juga sebagai produsen dan eksportir dalam halal economy global.
(lam)