FIFA Series 2026 Dorong Transaksi Digital dan Aktivitas Ekonomi di Sekitar GBK
Tim langit 7
Ahad, 05 April 2026 - 06:10 WIB
FIFA Series 2026 Dorong Transaksi Digital dan Aktivitas Ekonomi di Sekitar GBK
LANGIT7.ID-Jakarta; Ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27–30 Maret menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia, tidak hanya dari sisi peningkatan performa tetapi juga dalam mendorong aktivitas ekonomi berbasis event.
Turnamen berstatus FIFA Grade A ini berdampak langsung terhadap perolehan poin ranking dunia Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-121. Di saat yang sama, pelaksanaannya turut memicu peningkatan transaksi digital, penjualan tiket, serta konsumsi masyarakat di sektor transportasi dan hospitality.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai ajang ini memberikan tantangan berbeda bagi tim nasional sekaligus menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat standar sepak bola internasional.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Peningkatan aktivitas selama turnamen berlangsung juga tercermin dari penjualan tiket yang dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta. Penjualan dilakukan melalui kanal resmi berbasis digital, termasuk platform seperti Livin’ by Mandiri dan layanan daring lainnya.
Penggunaan kanal resmi tersebut memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai, sekaligus mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Selain itu, larangan pembelian melalui calo juga turut mengarahkan masyarakat untuk menggunakan jalur resmi, sehingga meningkatkan keamanan transaksi.
Dengan keikutsertaan tim dari berbagai kawasan seperti Karibia dan Eropa, ajang ini juga memperluas eksposur internasional Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memberikan gambaran mengenai standar kompetisi global.
Turnamen berstatus FIFA Grade A ini berdampak langsung terhadap perolehan poin ranking dunia Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-121. Di saat yang sama, pelaksanaannya turut memicu peningkatan transaksi digital, penjualan tiket, serta konsumsi masyarakat di sektor transportasi dan hospitality.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai ajang ini memberikan tantangan berbeda bagi tim nasional sekaligus menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat standar sepak bola internasional.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/4/2026).
Peningkatan aktivitas selama turnamen berlangsung juga tercermin dari penjualan tiket yang dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta. Penjualan dilakukan melalui kanal resmi berbasis digital, termasuk platform seperti Livin’ by Mandiri dan layanan daring lainnya.
Penggunaan kanal resmi tersebut memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai, sekaligus mendorong masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Selain itu, larangan pembelian melalui calo juga turut mengarahkan masyarakat untuk menggunakan jalur resmi, sehingga meningkatkan keamanan transaksi.
Dengan keikutsertaan tim dari berbagai kawasan seperti Karibia dan Eropa, ajang ini juga memperluas eksposur internasional Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memberikan gambaran mengenai standar kompetisi global.