Peresmian Majelis KOZMA, Menag Soroti Fungsi Majelis Taklim sebagai Solusi Umat
Tim langit 7
Senin, 06 April 2026 - 10:12 WIB
Peresmian Majelis KOZMA, Menag Soroti Fungsi Majelis Taklim sebagai Solusi Umat
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan peran strategis majelis taklim bukan sekadar sebagai tempat berkumpul dan mencari ilmu, melainkan sebagai wadah spiritual untuk mengurai berbagai problematika umat.
Hal ini disampaikan Menag dalam peresmian Majelis KOZMA yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (5/4).
Kehadiran Menag di tengah jemaah ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran majelis taklim dalam membangun spiritualitas dan kohesi sosial masyarakat pasca-Ramadan. Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa Majelis KOZMA harus menjadi wadah yang "berkelas".
Menag mengaitkan nama KOZMA dengan akar kata bahasa Arab Qasama yang bermakna pembagian atau kelas, yang dalam konteks sosial berarti sebuah perkumpulan yang istimewa dan memiliki kualitas tinggi dalam memberikan pencerahan kepada umat.
"Majelis ini adalah tempat yang berkelas, atau dalam bahasa Inggris disebut perfect. Artinya, pengajian di sini harus mampu menjadi solusi bagi kebuntuan pikiran dan kekusutan hati jemaah dan masyarakat," ujar Menag dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Menag juga memberikan apresiasi khusus kepada Ustadz Solmed sebagai pengasuh Majelis KOZMA. Menag menyebut sang ustadz sebagai representasi guru dari kalangan muda. Menurutnya, sosok pendidik agama saat ini tidak hanya dilihat dari usia senioritas, melainkan dari kedalaman substansi dan kebermanfaatan pesan yang disampaikan kepada generasi muda.
Menjelaskan makna filosofis Halal bihalal, Menag memaparkan bahwa konsep ini merupakan tradisi khas Indonesia yang sangat luhur. Ia menguraikan bahwa kata Halla memiliki makna mengurai benang kusut. Hal ini relevan dengan kondisi manusia yang seringkali terjebak dalam kerumitan persoalan duniawi maupun ganjalan emosional antar-sesama.
Hal ini disampaikan Menag dalam peresmian Majelis KOZMA yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (5/4).
Kehadiran Menag di tengah jemaah ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran majelis taklim dalam membangun spiritualitas dan kohesi sosial masyarakat pasca-Ramadan. Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa Majelis KOZMA harus menjadi wadah yang "berkelas".
Menag mengaitkan nama KOZMA dengan akar kata bahasa Arab Qasama yang bermakna pembagian atau kelas, yang dalam konteks sosial berarti sebuah perkumpulan yang istimewa dan memiliki kualitas tinggi dalam memberikan pencerahan kepada umat.
"Majelis ini adalah tempat yang berkelas, atau dalam bahasa Inggris disebut perfect. Artinya, pengajian di sini harus mampu menjadi solusi bagi kebuntuan pikiran dan kekusutan hati jemaah dan masyarakat," ujar Menag dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Menag juga memberikan apresiasi khusus kepada Ustadz Solmed sebagai pengasuh Majelis KOZMA. Menag menyebut sang ustadz sebagai representasi guru dari kalangan muda. Menurutnya, sosok pendidik agama saat ini tidak hanya dilihat dari usia senioritas, melainkan dari kedalaman substansi dan kebermanfaatan pesan yang disampaikan kepada generasi muda.
Menjelaskan makna filosofis Halal bihalal, Menag memaparkan bahwa konsep ini merupakan tradisi khas Indonesia yang sangat luhur. Ia menguraikan bahwa kata Halla memiliki makna mengurai benang kusut. Hal ini relevan dengan kondisi manusia yang seringkali terjebak dalam kerumitan persoalan duniawi maupun ganjalan emosional antar-sesama.