Pembiayaan Syariah Multifinance Tumbuh 11,33 Persen, Aset Ikut Menguat
Tim langit 7
Jum'at, 10 April 2026 - 13:49 WIB
Pembiayaan Syariah Multifinance Tumbuh 11,33 Persen, Aset Ikut Menguat
LANGIT7.ID-Jakarta; Kinerja pembiayaan syariah di sektor multifinance menunjukkan tren positif pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan yang tetap berada di level dua digit hingga Februari 2026, mencerminkan ekspansi yang masih berlanjut di industri ini.
Total piutang pembiayaan multifinance berbasis syariah tercatat mencapai Rp 31,44 triliun per Februari 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Nilai itu tumbuh 11,33%, jika dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam keterangan resmi RDK OJK, dikutip Jumat (10/4/2025).
Jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya, laju pertumbuhan ini juga menunjukkan akselerasi. Pada Januari 2026, pertumbuhan piutang pembiayaan syariah tercatat sebesar 10,96% secara year on year (YoY), sehingga terjadi peningkatan pada Februari.
Dari sisi aset, perusahaan pembiayaan syariah juga mencatatkan kenaikan. Per Februari 2026, total aset mencapai Rp 37,46 triliun, naik 10,5% dibandingkan posisi sebelumnya yang sebesar Rp 33,9 triliun.
Sementara itu, rasio gearing perusahaan pembiayaan syariah berada di level 0,93 kali. Posisi ini masih jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.
OJK menilai peluang pertumbuhan industri multifinance syariah masih terbuka ke depan. Hal ini didukung oleh kerangka regulasi yang memungkinkan inovasi produk melalui berbagai skema akad berbasis syariah.
Total piutang pembiayaan multifinance berbasis syariah tercatat mencapai Rp 31,44 triliun per Februari 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Nilai itu tumbuh 11,33%, jika dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam keterangan resmi RDK OJK, dikutip Jumat (10/4/2025).
Jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya, laju pertumbuhan ini juga menunjukkan akselerasi. Pada Januari 2026, pertumbuhan piutang pembiayaan syariah tercatat sebesar 10,96% secara year on year (YoY), sehingga terjadi peningkatan pada Februari.
Dari sisi aset, perusahaan pembiayaan syariah juga mencatatkan kenaikan. Per Februari 2026, total aset mencapai Rp 37,46 triliun, naik 10,5% dibandingkan posisi sebelumnya yang sebesar Rp 33,9 triliun.
Sementara itu, rasio gearing perusahaan pembiayaan syariah berada di level 0,93 kali. Posisi ini masih jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.
OJK menilai peluang pertumbuhan industri multifinance syariah masih terbuka ke depan. Hal ini didukung oleh kerangka regulasi yang memungkinkan inovasi produk melalui berbagai skema akad berbasis syariah.
(lam)