Bank Tabungan Negara Percepat Kredit Lewat Loan Factory, Proses KPR Kini Lebih Cepat dan Terukur
Tim langit 7
Selasa, 14 April 2026 - 10:40 WIB
Bank Tabungan Negara Percepat Kredit Lewat Loan Factory, Proses KPR Kini Lebih Cepat dan Terukur
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat mesin pertumbuhan kreditnya melalui pembangunan Loan Factory, yang dirancang untuk mempercepat proses, meningkatkan kapasitas, serta menjaga kualitas portofolio secara lebih terkontrol.
Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan proses bisnis kredit BTN dari model yang sebelumnya tersebar di cabang menjadi terintegrasi dan berbasis proses, sehingga memungkinkan penyaluran kredit dilakukan lebih cepat, konsisten, dan scalable di seluruh jaringan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi BTN yang telah dimulai sejak 2019, seiring dengan kebutuhan untuk mengelola volume kredit dalam skala besar dengan standar yang seragam.
“BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, standardisasi menjadi kunci bagi BTN untuk memastikan kualitas layanan dan produk tetap konsisten di seluruh Indonesia.
“Kalau mau jadi perusahaan besar, prosesnya harus sama. Syaratnya sama, cara kerjanya sama, hasilnya juga harus konsisten,” tegasnya.
Selama ini, proses kredit konsumer BTN dilakukan secara desentralisasi di cabang, sebelum kemudian ditingkatkan melalui pembentukan Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019. Transformasi tersebut terbukti meningkatkan kualitas proses dan standardisasi, sekaligus menurunkan berbagai potensi deviasi dalam proses kredit.
Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan proses bisnis kredit BTN dari model yang sebelumnya tersebar di cabang menjadi terintegrasi dan berbasis proses, sehingga memungkinkan penyaluran kredit dilakukan lebih cepat, konsisten, dan scalable di seluruh jaringan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pembangunan Loan Factory merupakan bagian dari roadmap transformasi BTN yang telah dimulai sejak 2019, seiring dengan kebutuhan untuk mengelola volume kredit dalam skala besar dengan standar yang seragam.
“BTN itu sehari sekitar 1.000 aplikasi KPR. Kalau mengandalkan cara kerja masing-masing orang, itu berbahaya. Jadi dalam skala sebesar ini, proses harus terstandarisasi dan dijalankan dengan sistem yang sama,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, standardisasi menjadi kunci bagi BTN untuk memastikan kualitas layanan dan produk tetap konsisten di seluruh Indonesia.
“Kalau mau jadi perusahaan besar, prosesnya harus sama. Syaratnya sama, cara kerjanya sama, hasilnya juga harus konsisten,” tegasnya.
Selama ini, proses kredit konsumer BTN dilakukan secara desentralisasi di cabang, sebelum kemudian ditingkatkan melalui pembentukan Regional Loan Processing Center (RLPC) sejak 2019. Transformasi tersebut terbukti meningkatkan kualitas proses dan standardisasi, sekaligus menurunkan berbagai potensi deviasi dalam proses kredit.