Inklusi Keuangan Syariah Didorong Lewat Talkshow, BPRS Bhakti Sumekar Soroti Literasi Masyarakat
Tim langit 7
Rabu, 15 April 2026 - 14:40 WIB
Inklusi Keuangan Syariah Didorong Lewat Talkshow, BPRS Bhakti Sumekar Soroti Literasi Masyarakat
LANGIT7.ID-Sumenep; Peningkatan literasi menjadi kunci dalam memperluas inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif, salah satunya talkshow yang digelar untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Melalui forum tersebut, masyarakat didorong tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat. Pemahaman ini dinilai penting agar layanan keuangan dapat digunakan secara produktif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya inklusi keuangan. “Masyarakat melalui forum ini, semakin menyadari pentingnya inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, inklusi keuangan tidak cukup hanya membuka akses layanan perbankan, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan. “Literasi keuangan menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Talkshow tersebut mengusung tema "Peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melindungi Dana Nasabah". Melalui kegiatan ini, BPRS Bhakti Sumekar menegaskan komitmennya menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Menurut Hairil, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas inklusi keuangan syariah. “Kami memandang dengan kebersamaan tentu saja, inklusi keuangan syariah bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan. “Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kegiatan produktif, seperti pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan rumah tangga,” katanya.
Melalui forum tersebut, masyarakat didorong tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat. Pemahaman ini dinilai penting agar layanan keuangan dapat digunakan secara produktif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya inklusi keuangan. “Masyarakat melalui forum ini, semakin menyadari pentingnya inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, inklusi keuangan tidak cukup hanya membuka akses layanan perbankan, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan. “Literasi keuangan menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Talkshow tersebut mengusung tema "Peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melindungi Dana Nasabah". Melalui kegiatan ini, BPRS Bhakti Sumekar menegaskan komitmennya menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Menurut Hairil, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas inklusi keuangan syariah. “Kami memandang dengan kebersamaan tentu saja, inklusi keuangan syariah bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan. “Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kegiatan produktif, seperti pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan rumah tangga,” katanya.
(lam)