home global news

Gus Yahya Soroti Dampak Perang Global, Serukan Penyelesaian Konflik Lewat Jalan Damai

Kamis, 16 April 2026 - 05:05 WIB
Gus Yahya Soroti Dampak Perang Global, Serukan Penyelesaian Konflik Lewat Jalan Damai
LANGIT7.ID-Kediri; Seruan penghentian perang menjadi fokus dalam pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), saat menghadiri agenda Penguatan Ekosistem Pesantren di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/4). Ia menegaskan bahwa konflik bersenjata saat ini berdampak luas hingga ke kehidupan masyarakat global.

Menurutnya, perang modern tidak lagi terbatas pada medan tempur, melainkan merembet ke berbagai sektor seperti ekonomi dan energi. Dampak tersebut bahkan dirasakan oleh negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

“Kita menuntut supaya perang kekerasan dihentikan sekarang juga, supaya jangan diterus-teruskan. Apa pun sengketa yang ada harus diselesaikan melalui jalan damai. Itu kepentingan absolut kita. Karena kalau tidak kita semua ikut sengsara, seluruh dunia ikut sengsara,” tegasnya, dilansir dari situs NU, Kamis (16/4/2026).

Gus Yahya kemudian membandingkan kondisi perang masa lalu dengan situasi saat ini. Ia menyebut, dahulu dampak perang cenderung hanya dirasakan oleh prajurit yang bertempur di lapangan.

“Kalau dulu perang Romawi lawan Persia itu yang mati, yang sengsara, cuma tentara yang ikut berperang di medan perang. Yunani lawan Mesir, yang sengsara cuma yang tentara ikut perang. Perang Badar yang sengsara cuma orang-orang ikut perang di Badar itu, yang di rumah enggak ikut sengsara,” imbuhnya.

Namun kini, menurutnya, efek perang jauh lebih luas. Ia mencontohkan konflik Rusia dan Ukraina yang turut memengaruhi berbagai negara, termasuk dalam hal pasokan energi.

“Kita sudah merasakan sebetulnya selama ini ada perang Rusia lawan Ukraina. Kita enggak ngerti apa-apa. Itu sama-sama orang-orang Slovak, orang-orang Slav, bangsa Slav, yang kita enggak ngerti apa-apa, enggak ada urusan, ikut tembak-tembakan juga enggak, tapi kita ikut merasakan dampaknya, persoalan-persoalan terkait pasokan energi dan lain sebagainya,” beber Gus Yahya. “Nah, sekarang ada yang lebih parah lagi, ini perang Amerika-Israel melawan Iran, sehingga Selat Hormuz ditutup dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya