home global news

Kementerian Agama Rumuskan Arah Baru Pendidikan Islam, Tekankan Distingsi Sistem

Kamis, 16 April 2026 - 07:05 WIB
Kementerian Agama Rumuskan Arah Baru Pendidikan Islam, Tekankan Distingsi Sistem
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama tengah merumuskan arah baru Ditjen Pendidikan Islam agar bisa menjawab tantangan zaman. Reformulasi visi dan misi ini dibahas untuk dituangkan menjadi naskah akademik.

Pembahasn berlangsung di Jakarta, 15–16 April 2026. Forum ini menjadi langkah awal untuk menyusun kerangka konseptual sekaligus pijakan filosofis sebagai dasar kebijakan jangka panjang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembahasan tidak boleh berhenti pada aspek teknis kelembagaan. Ia mendorong agar reformulasi dilakukan dengan menempatkan pendidikan dalam kerangka yang lebih mendasar, termasuk perbedaan karakter antara pendidikan umum, pendidikan Islam, dan pesantren.

Menurutnya, pendidikan umum, pendidikan Islam, dan pesantren memiliki basis epistemologis yang berbeda. Perbedaan itu harus menjadi pijakan dalam merumuskan arah kebijakan agar tidak terjadi tumpang tindih maupun penyederhanaan yang keliru.

“Distingsi ini penting agar kita tidak mencampuradukkan pendekatan yang memang sejak awal berbeda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menekankan urgensi merumuskan kata kunci atau fokus utama dari masing-masing Direktorat Jenderal. Ia menyebut, kejelasan distingsi akan menentukan efektivitas kebijakan di lapangan.

Menurut Ismail, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam perlu diarahkan pada penguatan sistem pendidikan formal yang terstandar dan terintegrasi dengan sistem nasional. Sementara itu, Direktorat Jenderal Pesantren tetap berfokus pada penguatan tradisi, kemandirian, dan peran pesantren sebagai pusat peradaban.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya