Kementan - ITS Perkuat Kolaborasi Hilirisasi Energi dan Alsintan Pertanian untuk Indonesia
Dwi sasongko
Selasa, 21 April 2026 - 05:05 WIB
Kementan - ITS Perkuat Kolaborasi Hilirisasi Energi dan Alsintan Pertanian untuk Indonesia
LANGIT7.ID-Surabaya; Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP hadir dalam perhelatan Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada hari kedua, Minggu (19/4). Pada momen ini, Mentan mengajak ITS untuk melanjutkan peran strategis dalam membangun sektor pertanian dengan pengembangan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) serta alat mesin pertanian modern yang mengandalkan inovasi karya anak bangsa.
Melalui pengalaman panjangnya di bidang pertanian, lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu ingin Indonesia mampu mandiri melahirkan teknologi pertanian yang modern, sehingga tidak lagi bergantung pada teknologi impor global. Kolaborasi dan sinergi dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi bentuk komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Amran optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat akan mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian yang modern. Terlebih dengan kondisi krisis pangan, energi, dan air yang saat ini harus segera diatasi dengan cepat dan tepat.
Ia menyebutkan bahwa ambisi itu bisa tercapai melalui kerja sama yang erat antara Kementan dengan ITS. “Karena dari sektor yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini, ITS memiliki semua solusi yang pemerintah butuhkan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Pihaknya bersama dengan rektor dan peneliti di ITS sepakat untuk memulai hilirisasi alat pertanian dan sumber energi untuk pertanian secara mandiri. Antara lain seperti pengembangan inovasi Bensin Sawit (Benwit), perahu traktor listrik, hingga alat panjat kelapa yang bernama Moto Climber ITS (MOCITS). Inovasi karya peneliti asal ITS tersebut tidak hanya menyokong kemandirian pangan, namun juga teknologi nasional.
Menurut Amran, hal ini karena teknologi dan inovasi yang ITS tawarkan dapat menjadi solusi untuk tantangan global saat ini. “Kami melihat inovasi nyata, mulai dari alat panjat kelapa, (perahu) traktor listrik untuk lahan rawa, hingga yang terbaru pengembangan bio-gasoline,” beber Amran.
Melalui pengalaman panjangnya di bidang pertanian, lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu ingin Indonesia mampu mandiri melahirkan teknologi pertanian yang modern, sehingga tidak lagi bergantung pada teknologi impor global. Kolaborasi dan sinergi dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi bentuk komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Amran optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat akan mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian yang modern. Terlebih dengan kondisi krisis pangan, energi, dan air yang saat ini harus segera diatasi dengan cepat dan tepat.
Ia menyebutkan bahwa ambisi itu bisa tercapai melalui kerja sama yang erat antara Kementan dengan ITS. “Karena dari sektor yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini, ITS memiliki semua solusi yang pemerintah butuhkan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Pihaknya bersama dengan rektor dan peneliti di ITS sepakat untuk memulai hilirisasi alat pertanian dan sumber energi untuk pertanian secara mandiri. Antara lain seperti pengembangan inovasi Bensin Sawit (Benwit), perahu traktor listrik, hingga alat panjat kelapa yang bernama Moto Climber ITS (MOCITS). Inovasi karya peneliti asal ITS tersebut tidak hanya menyokong kemandirian pangan, namun juga teknologi nasional.
Menurut Amran, hal ini karena teknologi dan inovasi yang ITS tawarkan dapat menjadi solusi untuk tantangan global saat ini. “Kami melihat inovasi nyata, mulai dari alat panjat kelapa, (perahu) traktor listrik untuk lahan rawa, hingga yang terbaru pengembangan bio-gasoline,” beber Amran.