Kartini dan Tantangan Indonesia: Negara Akan Maju Jika Perempuan Diberi Hak dan Menjalankan Kewajibannya
Tim langit 7
Selasa, 21 April 2026 - 10:24 WIB
Kartini dan Tantangan Indonesia: Negara Akan Maju Jika Perempuan Diberi Hak dan Menjalankan Kewajibannya
Oleh: Dr KH Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan
LANGIT7.ID-Peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini menjadi momen penting untuk merefleksikan sejauh mana hak dan kewajiban kaum perempuan di Indonesia telah terpenuhi. Sebab, kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kondisi perempuan di dalamnya.
"Negara akan baik dan maju bila kaum perempuannya mendapatkan hak dan menunaikan kewajibannya," demikian pandangan yang mengemuka di tengah peringatan Hari Kartini.
RA Kartini, sebagai pahlawan nasional, memiliki jasa yang sangat besar dalam menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajiban mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Di zamannya, Kartini melihat keterbatasan akses perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. Padahal, melalui pendidikanlah mata hati perempuan terbuka untuk mendapatkan hak-haknya secara layak.
Meskipun Indonesia telah merdeka, fakta menunjukkan bahwa kaum perempuan masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik, psikis, maupun seksual, masih menjadi momok. Di ranah digital, akhir-akhir ini juga marak terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.
Lebih memprihatinkan lagi, banyak ditemukan tindakan yang merendahkan martabat perempuan justru dilakukan oleh kaum perempuan sendiri, seperti aksi porno dan pornografi yang merusak akhlak serta moral bangsa, terutama generasi muda.
Di dunia kerja, diskriminasi terhadap perempuan terkait peluang kerja, karier, dan upah masih terjadi di sejumlah tempat. Sementara itu, banyak ibu melahirkan yang belum mendapatkan hak cuti secara memadai demi kebaikan anak-anak mereka.
LANGIT7.ID-Peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini menjadi momen penting untuk merefleksikan sejauh mana hak dan kewajiban kaum perempuan di Indonesia telah terpenuhi. Sebab, kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kondisi perempuan di dalamnya.
"Negara akan baik dan maju bila kaum perempuannya mendapatkan hak dan menunaikan kewajibannya," demikian pandangan yang mengemuka di tengah peringatan Hari Kartini.
RA Kartini, sebagai pahlawan nasional, memiliki jasa yang sangat besar dalam menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajiban mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Di zamannya, Kartini melihat keterbatasan akses perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. Padahal, melalui pendidikanlah mata hati perempuan terbuka untuk mendapatkan hak-haknya secara layak.
Meskipun Indonesia telah merdeka, fakta menunjukkan bahwa kaum perempuan masih menghadapi berbagai tantangan serius. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik, psikis, maupun seksual, masih menjadi momok. Di ranah digital, akhir-akhir ini juga marak terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.
Lebih memprihatinkan lagi, banyak ditemukan tindakan yang merendahkan martabat perempuan justru dilakukan oleh kaum perempuan sendiri, seperti aksi porno dan pornografi yang merusak akhlak serta moral bangsa, terutama generasi muda.
Di dunia kerja, diskriminasi terhadap perempuan terkait peluang kerja, karier, dan upah masih terjadi di sejumlah tempat. Sementara itu, banyak ibu melahirkan yang belum mendapatkan hak cuti secara memadai demi kebaikan anak-anak mereka.