home global news

Anggito Abimanyu Dorong Windfall Tax, Negara Bisa Tambah Rp300 Triliun Saat Harga Komoditas Naik

Kamis, 23 April 2026 - 15:57 WIB
Anggito Abimanyu Dorong Windfall Tax, Negara Bisa Tambah Rp300 Triliun Saat Harga Komoditas Naik
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Dewan Komisioner LPS Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. menyoroti pentingnya reformasi pajak sumber daya alam (SDA) melalui penerapan windfall tax di tengah lonjakan harga komoditas global yang terjadi saat ini.

Dalam diskusi publik yang digelar di Universitas Paramadina, Anggito menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas seperti minyak, batu bara, nikel, dan minyak sawit (CPO) telah memberikan keuntungan besar bagi sektor energi dan pertambangan. Namun, kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan responsif.

Ia menggambarkan bahwa ekonomi global kini tidak lagi berjalan dengan aturan bersama seperti beberapa dekade terakhir. Fragmentasi ekonomi dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat risiko global semakin tinggi dan sulit diprediksi.

“Dengan dinamika perubahan dunia yang terkini, kita harus mulai terbiasa hidup dengan situasi kondisi yang tidak pasti," ujar dia, Kamis (23/4/2026)

Menurut Anggito, lonjakan harga komoditas saat ini menciptakan fenomena windfall profit, yakni keuntungan besar yang diperoleh perusahaan bukan karena peningkatan produktivitas, melainkan akibat faktor eksternal seperti konflik geopolitik.

Data yang dipaparkan menunjukkan harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) per 20 April tercatat naik sekitar 35 dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 90 dolar AS per barel, atau meningkat hampir 40 persen. Kenaikan juga terjadi pada batu bara yang melonjak sekitar 39,5 persen secara tahunan, nikel naik 16,9 persen, serta CPO meningkat sekitar 8 persen.

Kondisi tersebut, menurut Anggito, sebenarnya sudah otomatis meningkatkan penerimaan negara, baik dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun, ia menilai potensi tersebut masih bisa dioptimalkan melalui kebijakan tambahan seperti windfall tax.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya