Ukraina Gandeng Negara Teluk, Zelenskyy Dorong Kerja Sama Drone dan Pertahanan
Tim langit 7
Jum'at, 24 April 2026 - 05:50 WIB
Ukraina Gandeng Negara Teluk, Zelenskyy Dorong Kerja Sama Drone dan Pertahanan
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Kamis bahwa Kyiv telah menandatangani “tiga dokumen keamanan besar” dengan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang berfokus pada kerja sama drone serta peningkatan kemampuan pertahanan.
“Ini nantinya akan diterjemahkan menjadi berbagai kontrak dengan sektor swasta maupun publik di Ukraina,” ujarnya kepada CNN.
Ukraina menawarkan keahlian yang mereka dapatkan dari pengalaman menghadapi drone rancangan Iran yang digunakan Rusia dalam perang. Moskow diketahui telah menggunakan drone Shahed secara luas—jenis yang sama yang juga dipakai dalam serangan Iran di kawasan Teluk.
Zelenskyy mencatat bahwa meskipun satu unit drone Shahed bisa berharga antara $80.000 hingga $130.000, drone tersebut bisa dicegat menggunakan sistem yang hanya menelan biaya sekitar $10.000—jauh lebih murah dibandingkan rudal pertahanan udara konvensional yang harganya bisa mencapai jutaan dolar.
“Kami ingin membantu mereka melindungi diri mereka sendiri. Dan kami akan terus membangun kemitraan seperti ini dengan negara-negara lain,” katanya.
Zelenskyy menambahkan, Ukraina siap menyediakan keahlian, misi pelatihan, serta perangkat lunak untuk mengintegrasikan berbagai sistem militer. Selain itu, mereka juga siap memasok drone dengan harga terjangkau dan membangun jalur produksi bersama.
Ia juga mengatakan bahwa kerja sama semacam ini seharusnya bisa diperluas ke Amerika Serikat. “Saya akan sangat bangga jika kami bisa melakukannya, karena kami sangat berterima kasih kepada AS atas dukungannya,” ujarnya.
“Ini nantinya akan diterjemahkan menjadi berbagai kontrak dengan sektor swasta maupun publik di Ukraina,” ujarnya kepada CNN.
Ukraina menawarkan keahlian yang mereka dapatkan dari pengalaman menghadapi drone rancangan Iran yang digunakan Rusia dalam perang. Moskow diketahui telah menggunakan drone Shahed secara luas—jenis yang sama yang juga dipakai dalam serangan Iran di kawasan Teluk.
Zelenskyy mencatat bahwa meskipun satu unit drone Shahed bisa berharga antara $80.000 hingga $130.000, drone tersebut bisa dicegat menggunakan sistem yang hanya menelan biaya sekitar $10.000—jauh lebih murah dibandingkan rudal pertahanan udara konvensional yang harganya bisa mencapai jutaan dolar.
“Kami ingin membantu mereka melindungi diri mereka sendiri. Dan kami akan terus membangun kemitraan seperti ini dengan negara-negara lain,” katanya.
Zelenskyy menambahkan, Ukraina siap menyediakan keahlian, misi pelatihan, serta perangkat lunak untuk mengintegrasikan berbagai sistem militer. Selain itu, mereka juga siap memasok drone dengan harga terjangkau dan membangun jalur produksi bersama.
Ia juga mengatakan bahwa kerja sama semacam ini seharusnya bisa diperluas ke Amerika Serikat. “Saya akan sangat bangga jika kami bisa melakukannya, karena kami sangat berterima kasih kepada AS atas dukungannya,” ujarnya.