Fasilitas Inklusif, Peserta Difabel Ikuti UTBK di UB Secara Mandiri
Dwi sasongko
Jum'at, 24 April 2026 - 14:38 WIB
Fasilitas Inklusif, Peserta Difabel Ikuti UTBK di UB Secara Mandiri
LANGIT7.ID-Jakarta; Ahmad Saikun Najib, salah satu peserta difabel netra mendengar suara instruksi soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mengalir lewat headset, Kamis (23/4/2026). Pemuda disabilitas netra itu adalah satu dari 12 peserta difabel yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Brawijaya (UB).
Ahmad mengerjakan seluruh soal secara mandiri dengan bantuan screen reader yang disediakan panitia. Baginya, kunci utamanya ada pada alat tersebut. Dengan alat itu, setiap teks soal dikonversi menjadi suara, memungkinkan Ahmad menavigasi ujian tanpa perlu bantuan orang lain.
“Untuk alat pendukung, kami menggunakan perangkat pembaca layar, sehingga sangat membantu untuk mengerjakan secara mandiri,” ujarnya seusai ujian.
Di balik kemandirian itu, ada persiapan yang tidak sebentar. Ia mengaku mempersiapkan UTBK dengan belajar mandiri melalui YouTube, meski menemukan beberapa hambatan.
“Kadang di YouTube hanya dijelaskan jawabannya C, tapi kami tidak tahu bentuk atau konteks visual soalnya seperti apa. Sehingga itu cukup membingungkan,” ungkapnya.
Untuk menyiasati itu, Ahmad memilih belajar bersama seorang teman yang tahun lalu sudah lebih dulu menghadapi UTBK.
Sejalan dengan Ahmad, Darrel, peserta disabilitas netra asal Blitar, juga merasakan kenyamanan serupa yang memungkinkannya fokus sepenuhnya pada materi ujian secara mandiri.
Ahmad mengerjakan seluruh soal secara mandiri dengan bantuan screen reader yang disediakan panitia. Baginya, kunci utamanya ada pada alat tersebut. Dengan alat itu, setiap teks soal dikonversi menjadi suara, memungkinkan Ahmad menavigasi ujian tanpa perlu bantuan orang lain.
“Untuk alat pendukung, kami menggunakan perangkat pembaca layar, sehingga sangat membantu untuk mengerjakan secara mandiri,” ujarnya seusai ujian.
Di balik kemandirian itu, ada persiapan yang tidak sebentar. Ia mengaku mempersiapkan UTBK dengan belajar mandiri melalui YouTube, meski menemukan beberapa hambatan.
“Kadang di YouTube hanya dijelaskan jawabannya C, tapi kami tidak tahu bentuk atau konteks visual soalnya seperti apa. Sehingga itu cukup membingungkan,” ungkapnya.
Untuk menyiasati itu, Ahmad memilih belajar bersama seorang teman yang tahun lalu sudah lebih dulu menghadapi UTBK.
Sejalan dengan Ahmad, Darrel, peserta disabilitas netra asal Blitar, juga merasakan kenyamanan serupa yang memungkinkannya fokus sepenuhnya pada materi ujian secara mandiri.