Lulusan Pesantren Asal Blitar Ini Sukses Jalankan Usaha Tanaman dan Ikan Koi
Mahmuda attar hussein
Ahad, 17 Oktober 2021 - 08:00 WIB
Anas Fajar Rizki dengan usaha ikan koi-nya. Foto: YouTube PecahTelur
Pondok pesantren (ponpes) dikenal banyak melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang fokus di bidang keagamaan. Namun, seiring perkembangan, kini lulusan ponpes juga bisa bersaing dan sukses di berbagai bidang yang beragam.
Seperti Anas Fajar Rizki, yang sukses lewat usahanya yang bergerak di bidang tanaman dan ikan koi. Muslim berusia 31 tahun ini mengaku, setelah lulus SMP pada 2005, ia melanjutkan pendidikan di Ponpes Lirboyo, Kediri.
Sambil mondok, ia mengaku menjadi penjual kripik singkong kaki lima. Seiring waktu, sampai ketika ia memutuskan menikah, Anas mulai melakukan peralihan, dengan menjual tanaman.
"Waktu itu marketplace belum ramai. Jadi saya jualan itu di Facebook," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Rintis Usaha Bermodal Sedekah, DN Auto Raup Jutaan Rupiah per Pekan
Rezeki tak ke mana, dalam perkembangan usaha tanamannya itu, Anas mengaku sering mendapatkan berbagai proyek dari Dinas Pertanian yang berasal dari berbagai kota.
Proyek itu disebutnya, dengan pengadaan bibit tanaman. Dari situ, Anas berupaya untuk memenuhi kebutuhan kliennya, hingga ia menjadi orang yang dipercaya dengan profesionalitas kerjanya.
Seperti Anas Fajar Rizki, yang sukses lewat usahanya yang bergerak di bidang tanaman dan ikan koi. Muslim berusia 31 tahun ini mengaku, setelah lulus SMP pada 2005, ia melanjutkan pendidikan di Ponpes Lirboyo, Kediri.
Sambil mondok, ia mengaku menjadi penjual kripik singkong kaki lima. Seiring waktu, sampai ketika ia memutuskan menikah, Anas mulai melakukan peralihan, dengan menjual tanaman.
"Waktu itu marketplace belum ramai. Jadi saya jualan itu di Facebook," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Rintis Usaha Bermodal Sedekah, DN Auto Raup Jutaan Rupiah per Pekan
Rezeki tak ke mana, dalam perkembangan usaha tanamannya itu, Anas mengaku sering mendapatkan berbagai proyek dari Dinas Pertanian yang berasal dari berbagai kota.
Proyek itu disebutnya, dengan pengadaan bibit tanaman. Dari situ, Anas berupaya untuk memenuhi kebutuhan kliennya, hingga ia menjadi orang yang dipercaya dengan profesionalitas kerjanya.