Mualaf di Kulon Progo Wakafkan Tanah untuk Pembinaan Keislaman
Tim langit 7
Selasa, 28 April 2026 - 17:15 WIB
Mualaf di Kulon Progo Wakafkan Tanah untuk Pembinaan Keislaman
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemanfaatan wakaf sebagai sarana pembinaan mualaf kembali mendapat contoh nyata di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebidang tanah seluas 1.000 meter persegi diserahkan untuk mendukung program pendampingan dan penguatan keimanan bagi para mualaf.
Penyerahan lahan tersebut berlangsung dalam kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 100 mualaf pada Ahad (26/4). Acara ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional RI Rizaludin Kurniawan, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta seperti Ananto Isworo, Dede Haris Sumarno yang juga merupakan pengurus Badan Wakaf Indonesia, serta Subandi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran wakaf dalam mendukung pembinaan berkelanjutan bagi mualaf. Lahan yang diwakafkan direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan terpadu yang mencakup pendidikan keislaman, penguatan ibadah, serta pemberdayaan ekonomi.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menilai langkah tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar penyerahan aset. “Wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi cerminan keimanan yang tumbuh kuat. Ini adalah teladan nyata bahwa mualaf bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujarnya dilansir dari situs Muhammadiyah, Selasa (28/4/2026).
Pihak yang mewakafkan tanah berharap pengelolaan lahan tersebut dapat berjalan optimal, khususnya oleh Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas. Harapannya, lokasi ini dapat menjadi pusat pembinaan yang mampu membantu mualaf dalam memperdalam keimanan dan praktik ibadah.
“Kami masih dalam proses belajar. Kami berharap tempat ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkapnya.
Rencana pengembangan kawasan ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat pembinaan, tetapi juga pemberdayaan bagi komunitas mualaf.
Penyerahan lahan tersebut berlangsung dalam kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 100 mualaf pada Ahad (26/4). Acara ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional RI Rizaludin Kurniawan, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta seperti Ananto Isworo, Dede Haris Sumarno yang juga merupakan pengurus Badan Wakaf Indonesia, serta Subandi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran wakaf dalam mendukung pembinaan berkelanjutan bagi mualaf. Lahan yang diwakafkan direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan terpadu yang mencakup pendidikan keislaman, penguatan ibadah, serta pemberdayaan ekonomi.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menilai langkah tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar penyerahan aset. “Wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi cerminan keimanan yang tumbuh kuat. Ini adalah teladan nyata bahwa mualaf bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujarnya dilansir dari situs Muhammadiyah, Selasa (28/4/2026).
Pihak yang mewakafkan tanah berharap pengelolaan lahan tersebut dapat berjalan optimal, khususnya oleh Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas. Harapannya, lokasi ini dapat menjadi pusat pembinaan yang mampu membantu mualaf dalam memperdalam keimanan dan praktik ibadah.
“Kami masih dalam proses belajar. Kami berharap tempat ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkapnya.
Rencana pengembangan kawasan ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat pembinaan, tetapi juga pemberdayaan bagi komunitas mualaf.