home masjid

Rahasia Doa Iftitah: Mengapa Nabi Menyebut Jibril, Mikail, dan Israfil Saat Salat Malam?

Rabu, 29 April 2026 - 15:30 WIB
Di keheningan sepertiga malam, Nabi Muhammad memanggil Tuhan melalui nama tiga malaikat utama. Sebuah tawasul mendalam yang mengikat rahasia kehidupan hati, bumi, dan kebangkitan jasad. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID - Pada sepertiga malam yang sunyi, ketika dunia manusia terlelap dalam kegelapan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering kali memulai komunikasinya dengan Sang Pencipta melalui rangkaian kata yang sarat makna. Dalam doa iftitah salat malamnya, beliau tidak sekadar memuji, namun melakukan tawasul yang sangat spesifik melalui nama-nama pemimpin para malaikat. Rahasia di balik penyebutan Jibril, Mikail, dan Israfil ini menjadi fokus menarik dalam ulasan Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dalam karyanya, Al-Iman bil Malaikah.

Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim nomor 770, Rasulullah berdoa:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ

Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail, dan Israfil.

Mengapa ketiga nama ini yang dipilih dalam rububiyah Allah? Syaikh asy-Syaqawi membedah bahwa ketiga malaikat ini adalah pilar-pilar kehidupan. Jibril merupakan pembawa wahyu yang menghidupkan hati, Mikail adalah pengatur hujan yang menghidupkan bumi, dan Israfil adalah peniup sangkakala yang menghidupkan jasad. Dengan menyebut mereka, Nabi sedang mengakui kekuasaan Allah sebagai pengatur kehidupan di segala dimensi: spiritual, fisik, dan eskatologis. Ini adalah sebuah pengakuan atas ketergantungan makhluk kepada aturan birokrasi langit yang sempurna.

Namun, spektrum dunia malaikat tidak hanya berhenti pada mereka yang membawa kehidupan. Ada sisi lain dari koin eksistensi yang juga dijaga ketat oleh para utusan cahaya: kematian. Di antara pasukan langit, terdapat kelompok yang diberi tugas berat untuk mencabut ruh setiap makhluk bernyawa. Syaikh asy-Syaqawi mengingatkan bahwa istilah malaikat maut sering kali diikuti oleh para pembantu yang bekerja secara kolektif dan presisi.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-An'aam ayat 61:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya