home wirausaha syariah

BPJPH Undang Lembaga Halal China, Samakan Standar Jelang Wajib Halal 2026

Rabu, 29 April 2026 - 14:45 WIB
BPJPH Undang Lembaga Halal China, Samakan Standar Jelang Wajib Halal 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Courtesy Meeting & Discussion with China Halal Certification Bodies di Kantor BPJPH, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah lembaga halal luar negeri (LHLN) dari China sebagai upaya memperkuat sinergi dan harmonisasi standar halal antara kedua negara menuju wajib halal Oktober 2026.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan bahwa pihaknya mengundang seluruh LHLN dari China, yang berjumlah sekitar 18 lembaga, untuk berdiskusi dan menyelaraskan penerapan regulasi halal yang berlaku di Indonesia dengan praktik yang telah berjalan di China.

“Tentunya dengan semangat keindonesiaan, kita saling sangat menguntungkan untuk kedua negara bilateral ekonominya, yang ekspor semakin mudah tapi terseleksi,” ungkap Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Haikal Hasan menambahkan, penguatan kerja sama ini juga mencakup aspek ekosistem halal secara menyeluruh, mulai dari proses inspeksi, inventori, pengemasan, hingga distribusi produk. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas produk halal dari hulu hingga hilir.

“Jadi saya memanggil para LHLN dari China. Yuk kita sama-sama membangun ekonomi yang lebih baik,’ lanjutnya.

Menurut Haikal, China menjadi negara pertama yang diundang dalam forum ini karena memiliki jumlah LHLN terbanyak serta volume produk yang signifikan dalam hubungan perdagangan dengan Indonesia. Selain itu, China juga dinilai sebagai salah satu pelopor industri halal dunia dengan produksi produk halal yang terus meningkat sampai dengan tahun 2026.

“Jadi, tidak ada salahnya kalau kita lihat dan belajar untuk penerapan di China, padahal mayoritas (penduduknya) non muslim, tapi begitu aware dengan halal,” imbuhnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya