Laba Sinar Mas Asuransi Syariah Turun, Beban Usaha Melonjak Tajam
Tim langit 7
Kamis, 30 April 2026 - 19:17 WIB
Laba Sinar Mas Asuransi Syariah Turun, Beban Usaha Melonjak Tajam
LANGIT7.ID-Jakarta; Kinerja laba PT Sinar Mas Asuransi Syariah mengalami penurunan pada 2025 di tengah kenaikan pendapatan usaha dan lonjakan beban operasional. Perusahaan mencatat laba sebesar Rp33,53 miliar, turun 20,6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp42,25 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dipublikasikan, Kamis (30/4/2026), pertumbuhan pendapatan usaha tercatat cukup kuat, naik 31,8 persen secara tahunan menjadi Rp98,36 miliar. Sumber pendapatan tersebut berasal dari ujrah pengelolaan dana tabarru’ sebesar Rp52,11 miliar, alokasi surplus underwriting Rp12,71 miliar, serta hasil investasi Rp33,52 miliar.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak sepenuhnya berdampak pada peningkatan laba bersih. Beban usaha justru meningkat signifikan hingga 53 persen secara tahunan menjadi Rp50 miliar, dari sebelumnya Rp32,64 miliar. Kondisi ini membuat laba usaha tercatat sebesar Rp48,30 miliar.
Dari sisi neraca, total aset PT Sinar Mas Asuransi Syariah mencapai Rp939,83 miliar atau tumbuh 12,7 persen dibandingkan Rp833,31 miliar pada tahun sebelumnya. Komposisi aset didominasi oleh investasi pada surat berharga yang mencapai Rp902,07 miliar.
Sementara itu, dana tabarru’ juga menunjukkan pertumbuhan, meningkat 28 persen menjadi Rp181,12 miliar sepanjang 2025. Total liabilitas, dana peserta, dan ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp939,83 miliar.
Dari sisi kesehatan keuangan, rasio tingkat solvabilitas dana tabarru’, dana tanahud, dan dana perusahaan tercatat sebesar 833,09 persen pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai 4709,97 persen.
Sebagai catatan, unit syariah Asuransi Sinar Mas telah melakukan pemisahan usaha pada 2025 dengan mendirikan entitas baru yang kini beroperasi sebagai PT Sinar Mas Asuransi Syariah.
Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dipublikasikan, Kamis (30/4/2026), pertumbuhan pendapatan usaha tercatat cukup kuat, naik 31,8 persen secara tahunan menjadi Rp98,36 miliar. Sumber pendapatan tersebut berasal dari ujrah pengelolaan dana tabarru’ sebesar Rp52,11 miliar, alokasi surplus underwriting Rp12,71 miliar, serta hasil investasi Rp33,52 miliar.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak sepenuhnya berdampak pada peningkatan laba bersih. Beban usaha justru meningkat signifikan hingga 53 persen secara tahunan menjadi Rp50 miliar, dari sebelumnya Rp32,64 miliar. Kondisi ini membuat laba usaha tercatat sebesar Rp48,30 miliar.
Dari sisi neraca, total aset PT Sinar Mas Asuransi Syariah mencapai Rp939,83 miliar atau tumbuh 12,7 persen dibandingkan Rp833,31 miliar pada tahun sebelumnya. Komposisi aset didominasi oleh investasi pada surat berharga yang mencapai Rp902,07 miliar.
Sementara itu, dana tabarru’ juga menunjukkan pertumbuhan, meningkat 28 persen menjadi Rp181,12 miliar sepanjang 2025. Total liabilitas, dana peserta, dan ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp939,83 miliar.
Dari sisi kesehatan keuangan, rasio tingkat solvabilitas dana tabarru’, dana tanahud, dan dana perusahaan tercatat sebesar 833,09 persen pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai 4709,97 persen.
Sebagai catatan, unit syariah Asuransi Sinar Mas telah melakukan pemisahan usaha pada 2025 dengan mendirikan entitas baru yang kini beroperasi sebagai PT Sinar Mas Asuransi Syariah.
(lam)