home masjid

Menggali Akar Ilmu dan Filsafat dalam Kandungan Al-Quran

Selasa, 05 Mei 2026 - 16:00 WIB
Kandungan Al-Quran tentang ilmu dan filsafat manusia memberikan sebuah paradigma baru bagi peradaban. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Matahari di gurun pasir selalu membawa kisah tentang pergulatan pemikiran dan pencarian kebenaran. Di masa ketika peradaban manusia terus mencari pegangan, kitab suci kerap diposisikan hanya sebagai panduan ritual semata. Namun, jika dibedah lebih dalam, Al-Quran menawarkan dimensi yang jauh lebih luas.

Kitab suci ini merangkum fondasi ilmu pengetahuan dan filsafat yang mampu menjawab berbagai persoalan manusia, dari yang paling mendasar hingga kompleksitas sosial masa kini.

Dalam bukunya yang berjudul Membumikan Al-Quran, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menguraikan bahwa Al-Quran dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu dan filsafat manusia mengandung tiga hal pokok.

Pertama adalah tujuan. Tujuan ini mencakup tiga aspek utama. Aspek pertama adalah akidah atau kepercayaan, yang mencakup kepercayaan kepada Tuhan dengan segala sifat-sifat-Nya, wahyu beserta seluruh kaitannya dengan kitab-kitab suci, malaikat, dan para nabi, serta hari kemudian bersama balasan dan ganjaran Tuhan.

Aspek kedua adalah budi pekerti yang bertujuan mewujudkan keserasian hidup bermasyarakat dalam bentuk gotong-royong, amanat, kebenaran, kasih sayang, dan tanggung jawab. Aspek ketiga adalah hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesamanya, dirinya, dan alam sekitarnya.

Kedua adalah cara. Untuk mencapai tujuan tersebut, Al-Quran menggunakan empat metode pendekatan. Metode pertama adalah menganjurkan manusia untuk memperhatikan alam raya, langit, bumi, bintang-bintang, udara, darat, dan lautan. Tujuannya adalah agar manusia mendapat manfaat berganda, yakni menyadari kebesaran dan keagungan Tuhan serta memanfaatkan segala sesuatu untuk membangun dan memakmurkan bumi.

Metode kedua adalah menceritakan peristiwa-peristiwa sejarah agar manusia dapat memetik pelajaran dari pengalaman masa lalu. Metode ketiga adalah membangkitkan rasa yang terpendam dalam jiwa, yang dapat mendorong manusia untuk mempertanyakan dari mana ia datang, bagaimana unsur-unsur dirinya, apa arti hidupnya, dan ke mana akhir hayatnya, di mana semua jawaban ini diberikan oleh Al-Quran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya