Sertifikasi Halal Masih Rendah, BPJPH Targetkan 10 Ribu per Hari
Tim langit 7
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:08 WIB
Sertifikasi Halal Masih Rendah, BPJPH Targetkan 10 Ribu per Hari
LANGIT7.ID-Jakarta; Dorongan percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Puncak Festival Syawal LPPOM 1447 H. Upaya ini dinilai mendesak mengingat jumlah pelaku usaha yang telah tersertifikasi masih jauh dari total UMKM di Indonesia, sehingga kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penentu keberhasilannya.
Dalam forum yang digelar di Peninsula Hotel, Jakarta, sinergi antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditegaskan sebagai fondasi untuk mempercepat proses sertifikasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap produk halal.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, menekankan bahwa kerja sama antar lembaga tersebut tidak boleh terputus karena akan menjadi contoh langsung bagi masyarakat dalam melihat keseriusan negara menjamin kehalalan produk.
“Kepada LPPOM dan MUI… kita ini tidak boleh pisah, bahkan seharipun, tidak boleh pisah sejampun Pak. Musti nempel terus Pak, jangan berpisah, terus kita gandeng, kenapa? Karena Masyarakat akan melihat kita sebagai contoh,” ujar Haikal, dikutip Selasa (5/5/2026).
Ia menyebut, keterlibatan pemerintah, ulama, dan lembaga pemeriksa halal dalam satu barisan akan menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Di saat yang sama, masyarakat juga didorong untuk memastikan produk yang dikonsumsi telah terjamin kehalalannya.
“Tadi kiyai bilang, separuh dari agama itu halal, dan separuh dari halal itu LPPOM,” tutur Haikal.
Data yang disampaikan menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah dalam sektor ini. Dari sekitar 66 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 3 juta yang memiliki sertifikat halal. Kondisi tersebut mendorong BPJPH menargetkan percepatan penerbitan hingga 10 ribu sertifikat halal setiap hari agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing dengan produk luar.
Dalam forum yang digelar di Peninsula Hotel, Jakarta, sinergi antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditegaskan sebagai fondasi untuk mempercepat proses sertifikasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap produk halal.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, menekankan bahwa kerja sama antar lembaga tersebut tidak boleh terputus karena akan menjadi contoh langsung bagi masyarakat dalam melihat keseriusan negara menjamin kehalalan produk.
“Kepada LPPOM dan MUI… kita ini tidak boleh pisah, bahkan seharipun, tidak boleh pisah sejampun Pak. Musti nempel terus Pak, jangan berpisah, terus kita gandeng, kenapa? Karena Masyarakat akan melihat kita sebagai contoh,” ujar Haikal, dikutip Selasa (5/5/2026).
Ia menyebut, keterlibatan pemerintah, ulama, dan lembaga pemeriksa halal dalam satu barisan akan menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Di saat yang sama, masyarakat juga didorong untuk memastikan produk yang dikonsumsi telah terjamin kehalalannya.
“Tadi kiyai bilang, separuh dari agama itu halal, dan separuh dari halal itu LPPOM,” tutur Haikal.
Data yang disampaikan menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah dalam sektor ini. Dari sekitar 66 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 3 juta yang memiliki sertifikat halal. Kondisi tersebut mendorong BPJPH menargetkan percepatan penerbitan hingga 10 ribu sertifikat halal setiap hari agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing dengan produk luar.