Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home global news detail berita

LPPOM Soroti Bahan Baku Halal, Industri Hulu Jadi Kunci Daya Saing UMKM

tim langit 7 Selasa, 05 Mei 2026 - 14:02 WIB
LPPOM Soroti Bahan Baku Halal, Industri Hulu Jadi Kunci Daya Saing UMKM
LANGIT7.ID-Jakarta; Masalah utama dalam pengembangan industri halal nasional saat ini justru berada di sektor hulu, terutama pada ketersediaan bahan baku yang terjamin kehalalannya. Kondisi ini menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Festival Syawal 1447 H yang diinisiasi LPPOM, yang mendorong penguatan fondasi rantai pasok sebagai langkah awal memperkuat UMKM.

Tema yang diangkat tahun ini menyoroti pentingnya keberadaan toko bahan baku halal. Banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi kendala dalam memperoleh bahan yang sudah jelas status halalnya, sehingga berpengaruh langsung terhadap proses sertifikasi dan daya saing produk mereka.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa fokus pada sektor hulu tidak bisa diabaikan. “Kita tidak bisa hanya mendorong hilir tanpa memperkuat hulu. Toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal kita,” ujar dia, dikutip Selasa (5/5/2026).

Festival Syawal sendiri telah berjalan sejak 2021 dan berkembang menjadi program yang tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi setelah Ramadan, tetapi juga sarana edukasi dan fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Peran Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dalam kegiatan ini menjadi krusial dalam mendorong penguatan ekosistem secara menyeluruh.

Sepanjang pelaksanaannya hingga 2025, program ini telah menjangkau hampir 10.000 peserta dan membantu lebih dari 1.500 UMK memperoleh sertifikat halal. Festival ini juga mendapatkan pengakuan melalui penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan Best NGO Initiative 2024.

Menurut Muti Arintawati, peningkatan kapasitas UMK menjadi bagian penting dari program ini. “Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan di sektor hulu, LPPOM mulai menginisiasi pengembangan toko bahan baku halal di berbagai daerah. Salah satu langkah yang sudah berjalan adalah pilot project toko daging halal Meatly di Bogor, dengan rencana ekspansi ke wilayah lain. Selain itu, LPPOM juga membuka fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha bahan baku, meskipun kuota yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Edukasi halal juga terus diperluas. Pada rangkaian Festival Syawal tahun ini, lebih dari 1.500 peserta telah terlibat dalam program edukasi. LPPOM turut memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan syariah, untuk mendukung pembiayaan dan akses pasar bagi pelaku usaha.

Sebagai lembaga pemeriksa halal pertama di Indonesia sejak 1988, LPPOM memiliki peran penting dalam memastikan kehalalan produk melalui audit yang profesional dan kredibel, sesuai dengan regulasi nasional.

Dukungan terhadap penguatan industri halal juga datang dari pemerintah. Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menilai Festival Syawal sebagai momentum strategis. “Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global,” ujarnya.

Data global menunjukkan Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam, dengan nilai ekspor halal mencapai 64,42 miliar dolar AS pada 2025. Pemerintah terus mendorong penguatan pasar domestik dan ekspansi global melalui program branding, standardisasi mutu, hingga business matching internasional.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hassan, menegaskan pentingnya aspek halal dalam kehidupan masyarakat. “Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup,” tegasnya. Ia juga menyebutkan bahwa dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru 24 juta yang telah bersertifikat halal.

Dari sisi ulama, M. Cholil Nafis menyoroti semakin kompleksnya produk pangan modern. “Batas antara yang halal dan yang subhat semakin meluas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan halal harus melalui audit ketat dan tetap menjadi kewenangan ulama dalam sinergi bersama pemerintah.

Peran koperasi juga dinilai strategis dalam memperkuat rantai pasok halal. Perwakilan Kementerian Koperasi, Deva Rahman, menyatakan bahwa potensi tersebut perlu dioptimalkan. “Penguatan ekosistem halal menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing nasional di tingkat global,” ujarnya.

Dengan melibatkan pemerintah, ulama, pelaku usaha, dan masyarakat, Festival Syawal diarahkan sebagai upaya kolektif untuk memperkuat industri halal dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi dasar penting dalam membangun kepercayaan dan daya saing global bagi UMKM Indonesia.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)