home global news

Audiensi IPPNU, Menteri Agama Tekankan Peran Strategis Santri Putri

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:17 WIB
Audiensi IPPNU, Menteri Agama Tekankan Peran Strategis Santri Putri
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) di kantor pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan kaderisasi pelajar putri NU, peran santri dalam pendidikan nasional, serta peluang kolaborasi program pengembangan kapasitas generasi muda.

Menag menegaskan bahwa pelajar putri NU memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, IPPNU tidak hanya menjadi ruang kaderisasi organisasi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing anak-anak muda, khususnya santri putri.

“Anak-anak Indonesia, termasuk santri-santri kita, memiliki potensi yang sangat besar. Mereka tidak boleh hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan bahasa, wawasan global, dan kapasitas kepemimpinan,” ujar Menag di Jakarta, dikutip Selasa (5/5/2026).

Menag menjelaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam melahirkan generasi yang kuat secara ilmu, akhlak, dan kemandirian. Ia mencontohkan pengalaman pengelolaan pesantren yang menekankan pentingnya sistem manajemen yang tertata, kaderisasi yang berkelanjutan, serta penguatan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi para santri.

Menurut Menag, tantangan zaman menuntut santri dan pelajar putri NU untuk tampil lebih percaya diri di ruang-ruang strategis. Penguasaan ilmu agama, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi, kemampuan komunikasi, literasi global, serta kepedulian sosial.

“Kalau anak-anak kita dibekali dengan baik, saya yakin mereka mampu bersaing. Bahkan dalam banyak hal, santri kita memiliki keunggulan karena terbiasa disiplin, mandiri, dan memiliki dasar keagamaan yang kuat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mendorong PP IPPNU untuk terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pelajar putri, mulai dari peningkatan literasi, kepemimpinan, pendidikan kader, hingga pemberdayaan perempuan muda di lingkungan pesantren dan sekolah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya