Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Dorong ITS Percepat Hilirisasi Riset Inovasi
Dwi sasongko
Kamis, 07 Mei 2026 - 21:40 WIB
Dirjen Risbang Kemdiktisaintek RI Dr Mohammad Fauzan Adziman bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati meninjau inovasi Kompor Plasma ITS. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak inovasi nasional. Untuk itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng memberikan dukungan nyata setelah meninjau langsung kesiapan berbagai produk inovasi unggulan ITS dalam menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat.
Dalam kunjungannya, Fauzan mengarahkan hasil inovasi ITS untuk segera dirilis ke pasar industri dan masyarakat luas. Salah satunya adalah inovasi kompor plasma dan motor listrik. Berbeda dengan alat induksi konvensional, inovasi kompor plasma karya peneliti ITS memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas seperti api sungguhan.
Lelaki kelahiran Bandung itu menilai bahwa melalui inovasi peneliti ITS tersebut diharapkan dapat menekan subsidi energi nasional secara signifikan. “Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif," ujarnya saat melakukan kunjungan di ITS Science Techno Park (STP), dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa penting bagi suatu inovasi untuk tidak berhenti pada aplikasi kecanggihan teknologi semata. Untuk dapat terhilirkan secara sempurna di masyarakat, ia berpendapat perlu adanya penyesuaian aspek non-teknis. “Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” tuturnya mengingatkan.
Untuk itu, menurut Fauzan, pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Risbang siap memberikan ruang bagi para peneliti untuk penyempurnaan inovasi dengan kolaborasi. Fauzan dan tim akan membuat skema konsorsium dengan mempertemukan para pakar antarbidang keilmuan dan mitra. “Diperlukan konsorsium lintas disiplin, mulai dari elektronika, teknik fisika, hingga ekonomi dan hukum untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk," terangnya.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Ir Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD menegaskan komitmen kampus dalam membangun sinergi triple helix yang solid. “Kehadiran pihak kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara diyakini mampu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial,” tutur Hatta.
Guru besar Teknik Fisika ITS itu juga memaparkan rekam jejak panjang ITS dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, ITS akan memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan motor bakar.
Dalam kunjungannya, Fauzan mengarahkan hasil inovasi ITS untuk segera dirilis ke pasar industri dan masyarakat luas. Salah satunya adalah inovasi kompor plasma dan motor listrik. Berbeda dengan alat induksi konvensional, inovasi kompor plasma karya peneliti ITS memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas seperti api sungguhan.
Lelaki kelahiran Bandung itu menilai bahwa melalui inovasi peneliti ITS tersebut diharapkan dapat menekan subsidi energi nasional secara signifikan. “Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif," ujarnya saat melakukan kunjungan di ITS Science Techno Park (STP), dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa penting bagi suatu inovasi untuk tidak berhenti pada aplikasi kecanggihan teknologi semata. Untuk dapat terhilirkan secara sempurna di masyarakat, ia berpendapat perlu adanya penyesuaian aspek non-teknis. “Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” tuturnya mengingatkan.
Untuk itu, menurut Fauzan, pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Risbang siap memberikan ruang bagi para peneliti untuk penyempurnaan inovasi dengan kolaborasi. Fauzan dan tim akan membuat skema konsorsium dengan mempertemukan para pakar antarbidang keilmuan dan mitra. “Diperlukan konsorsium lintas disiplin, mulai dari elektronika, teknik fisika, hingga ekonomi dan hukum untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk," terangnya.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Ir Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD menegaskan komitmen kampus dalam membangun sinergi triple helix yang solid. “Kehadiran pihak kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara diyakini mampu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial,” tutur Hatta.
Guru besar Teknik Fisika ITS itu juga memaparkan rekam jejak panjang ITS dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, ITS akan memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan motor bakar.