home global news

Bagaimana Arab Saudi Merekayasa Masa Depan Pangannya? Tak Terduga Hasilnya Sangat Mengejutkan

Ahad, 10 Mei 2026 - 20:07 WIB
Bagaimana Arab Saudi Merekayasa Masa Depan Pangannya? Tak Terduga Hasilnya Sangat Mengejutkan
LANGIT7.ID-Jeddah: Upaya Arab Saudi untuk mengamankan masa depan pangannya semakin ditentukan oleh ilmu pengetahuan, pertanian presisi, dan inovasi skala besar di tengah kondisi pertumbuhan paling keras di dunia.

Dihadapkan pada panas ekstrem, keterbatasan air tawar, dan tanah yang asin, Kerajaan ini mengubah tantangan pertanian menjadi landasan transformasi di bawah Visi 2030.

Tak ada tempat yang memperlihatkan perubahan ini lebih jelas selain di Wadi Al-Dawasir, di mana lahan gurun disulap menjadi ladang kentang hijau yang luas, memasok hampir setengah dari produksi Kerajaan. Wilayah yang dulunya gersang kini menjadi pusat pertanian berproduksi tinggi yang didukung oleh irigasi canggih, kemitraan industri, dan sistem pertanian berbasis data.

Dalam tur pertanian bersama para pemimpin PepsiCo Agro, Arab News menyaksikan bagaimana transformasi ini diwujudkan dalam skala besar, dengan lahan-lahan pertanian yang menghasilkan kentang berdaya saing global untuk produsen terkemuka sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Para pemimpin industri mengaitkan kemajuan ini dengan kolaborasi antara petani, Kementerian Lingkungan Hidup, Air dan Pertanian, Kementerian Perindustrian, serta pihak swasta yang selaras dengan prioritas nasional.

Efisiensi air tidak hanya tentang pengurangan biaya — meskipun pengendalian biaya merupakan salah satu elemen — tetapi juga tentang memastikan keberlanjutan jangka panjang di negara yang kekurangan air seperti Arab Saudi," ujar Al-Sheikh.

"Pertumbuhan berkelanjutan adalah moto kami. Bukan sekadar pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang berkelanjutan," lanjutnya. "Bagi kami, keberlanjutan melampaui biaya. Biaya hanyalah satu elemen, tetapi keberlanjutan sama pentingnya dengan penjualan. Bahkan mungkin lebih penting."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya