Si Cantik Elena Rybakina Memberi Pelajaran Alexandra Eala di Italia Open: Meskipun Kalah, Eala Gigih Melawan
Sururi al faruq
Senin, 11 Mei 2026 - 08:06 WIB
Si Cantik Elena Rybakina Memberi Pelajaran Alexandra Eala di Italia Open: Meskipun Kalah, Eala Gigih Melawan
LANGIT7.ID-Roma; Petenis Philipina, Alexandra Eala baru berusia 20 tahun dan kemungkinan besar akan meraih kesuksesan jangka panjang di level atas. Namun, jika ia ingin menjadi yang terbaik, ia harus secara konsisten mengalahkan yang terbaik. Itu belum bisa ia lakukan saat menghadapi petenis cantik Elena Rybakina di babak ketiga Italian Open 2026.
Sejak awal set pertama, si cantik Rybakina paham bahwa ia perlu menekan servis Eala. Siapa pun yang mendapatkan break pertama tentu akan mengendalikan jalannya pertandingan. Setelah petenis muda asal Filipina itu bertahan di game pertama melalui perjuangan panjang, ia gagal melakukannya di game ketiga. Si cantik Rybakina pun berhasil memecah servis Eala.
Si cantik Rybakina mengukuhkan break-nya dan mempertahankan servisnya hingga akhir set pertama untuk memenangkan set pertama dengan skor 6-4. Eala sebenarnya tidak bermain buruk; ia memperlihatkan pukulan keras yang biasanya akan merepotkan banyak pemain. Namun, si cantik Rybakina dalam performa terbaiknya bukanlah pemain biasa. Pada hari-hari terbaiknya, ia bisa dibilang pemain terbaik di tur WTA.
Si cantik Elena Rybakina Mengalahkan Alexandra Eala di Rome Masters 2026
Awal set kedua berjalan serupa, dengan si cantik Rybakina kembali memecah servis Eala. Namun, secara mengejutkan, Eala mampu membalas break. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Petenis peringkat 2 WTA tersebut kembali memecah servis Eala, lalu mempertahankan servisnya untuk unggul 4-2. Drama soal hasil akhir pertandingan sepertinya sudah sirna pada titik ini.
Sementara Eala berusaha menembus 20 besar untuk pertama kalinya dalam kariernya, si cantik Rybakina memiliki target yang lebih besar. Ia kini kokoh di peringkat 2. Namun, jika ia mampu memenangkan turnamen ini, ia hanya akan berjarak 470 poin dari pemain peringkat 1, Aryna Sabalenka, yang secara mengejutkan dikalahkan oleh Sorana Cirstea di babak ketiga.
Si cantik Rybakina memang tidak dalam performa terbaiknya di lapangan tanah liat, tetapi sejauh ini tahun 2026 berjalan sangat baik baginya. Ia telah memenangkan Australian Open dan turnamen di Stuttgart, serta mencapai final Indian Wells. Karena itu, ia tidak bisa dianggap remeh di ajang apa pun, termasuk Prancis Terbuka, di mana ia tersingkir di babak keempat pada tahun 2025.
Sejak awal set pertama, si cantik Rybakina paham bahwa ia perlu menekan servis Eala. Siapa pun yang mendapatkan break pertama tentu akan mengendalikan jalannya pertandingan. Setelah petenis muda asal Filipina itu bertahan di game pertama melalui perjuangan panjang, ia gagal melakukannya di game ketiga. Si cantik Rybakina pun berhasil memecah servis Eala.
Si cantik Rybakina mengukuhkan break-nya dan mempertahankan servisnya hingga akhir set pertama untuk memenangkan set pertama dengan skor 6-4. Eala sebenarnya tidak bermain buruk; ia memperlihatkan pukulan keras yang biasanya akan merepotkan banyak pemain. Namun, si cantik Rybakina dalam performa terbaiknya bukanlah pemain biasa. Pada hari-hari terbaiknya, ia bisa dibilang pemain terbaik di tur WTA.
Si cantik Elena Rybakina Mengalahkan Alexandra Eala di Rome Masters 2026
Awal set kedua berjalan serupa, dengan si cantik Rybakina kembali memecah servis Eala. Namun, secara mengejutkan, Eala mampu membalas break. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Petenis peringkat 2 WTA tersebut kembali memecah servis Eala, lalu mempertahankan servisnya untuk unggul 4-2. Drama soal hasil akhir pertandingan sepertinya sudah sirna pada titik ini.
Sementara Eala berusaha menembus 20 besar untuk pertama kalinya dalam kariernya, si cantik Rybakina memiliki target yang lebih besar. Ia kini kokoh di peringkat 2. Namun, jika ia mampu memenangkan turnamen ini, ia hanya akan berjarak 470 poin dari pemain peringkat 1, Aryna Sabalenka, yang secara mengejutkan dikalahkan oleh Sorana Cirstea di babak ketiga.
Si cantik Rybakina memang tidak dalam performa terbaiknya di lapangan tanah liat, tetapi sejauh ini tahun 2026 berjalan sangat baik baginya. Ia telah memenangkan Australian Open dan turnamen di Stuttgart, serta mencapai final Indian Wells. Karena itu, ia tidak bisa dianggap remeh di ajang apa pun, termasuk Prancis Terbuka, di mana ia tersingkir di babak keempat pada tahun 2025.