SDN Pacarkeling dan SDN Manukan Kulon Juara MLSC Surabaya Seri 2, Final Dramatis Ditentukan Adu Penalti
Tim langit 7
Senin, 18 Mei 2026 - 10:01 WIB
Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 harus berlanjut ke babak adu penalti, bahkan hingga coin toss, untuk menentukan pemenang. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Selenggaranya MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (17/5), setelah berlangsung sejak 12 Mei di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya. Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife itu diikuti tidak kurang dari 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya.
Para peserta terbagi ke dalam 73 tim kategori kelompok usia (KU) 10 dan 77 tim kategori KU 12. Dari persaingan sengit selama lima hari, dua juara baru akhirnya lahir, yakni SDN Pacarkeling V/186 B di kategori KU 12 dan SDN Manukan Kulon di kategori KU 10.
Final kategori KU 12 menghadirkan drama yang berlangsung hingga babak penentuan yang tidak biasa. SDN Pacarkeling V/186 B sukses mengunci gelar juara usai menundukkan SDN Manukan Kulon dengan skor akhir 6-5 setelah adu penalti, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.
SDN Manukan Kulon langsung menekan sejak awal laga. Tim tersebut unggul cepat melalui kapten mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Emily yang lolos dari kawalan pemain bertahan lawan mampu menuntaskan peluang dengan sepakan ke sisi kiri gawang yang gagal dihentikan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania.
Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tidak mengendurkan serangan. Emily dan rekan-rekannya terus menekan lini pertahanan lawan yang diperkuat Locita Waranggaini Olah Nismara. Pemain ini kemudian menutup turnamen dengan predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12.
SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya mampu bangkit pada babak kedua. Locita mencetak gol penyeimbang pada menit ke-19 lewat tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Setelah itu, kedua tim saling jual beli serangan. Locita di kubu SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang, namun skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Ketegangan memuncak di babak adu penalti. Kedua tim sama-sama menunjukkan mental kuat hingga skor kembali imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugas. Sesuai regulasi, pemenang kemudian harus ditentukan lewat coin toss untuk menentukan giliran tim yang menjadi penendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk mencoba menggagalkan eksekusi.
Para peserta terbagi ke dalam 73 tim kategori kelompok usia (KU) 10 dan 77 tim kategori KU 12. Dari persaingan sengit selama lima hari, dua juara baru akhirnya lahir, yakni SDN Pacarkeling V/186 B di kategori KU 12 dan SDN Manukan Kulon di kategori KU 10.
Final kategori KU 12 menghadirkan drama yang berlangsung hingga babak penentuan yang tidak biasa. SDN Pacarkeling V/186 B sukses mengunci gelar juara usai menundukkan SDN Manukan Kulon dengan skor akhir 6-5 setelah adu penalti, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal.
SDN Manukan Kulon langsung menekan sejak awal laga. Tim tersebut unggul cepat melalui kapten mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Emily yang lolos dari kawalan pemain bertahan lawan mampu menuntaskan peluang dengan sepakan ke sisi kiri gawang yang gagal dihentikan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania.
Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tidak mengendurkan serangan. Emily dan rekan-rekannya terus menekan lini pertahanan lawan yang diperkuat Locita Waranggaini Olah Nismara. Pemain ini kemudian menutup turnamen dengan predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12.
SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya mampu bangkit pada babak kedua. Locita mencetak gol penyeimbang pada menit ke-19 lewat tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper lawan. Setelah itu, kedua tim saling jual beli serangan. Locita di kubu SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang, namun skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Ketegangan memuncak di babak adu penalti. Kedua tim sama-sama menunjukkan mental kuat hingga skor kembali imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugas. Sesuai regulasi, pemenang kemudian harus ditentukan lewat coin toss untuk menentukan giliran tim yang menjadi penendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk mencoba menggagalkan eksekusi.