home global news

MUI Soroti Idul Adha sebagai Momentum Melawan Egoisme dan Menguatkan Solidaritas Sosial

Senin, 18 Mei 2026 - 14:37 WIB
(Dok: MUI Digital)
LANGIT7.ID-Jakarta; Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan bahwa ibadah qurban pada Idul Adha 1447 Hijriyah harus dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan sebagian masyarakat, momentum ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan solidaritas umat Islam terhadap sesama.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran nyata melalui semangat berbagi yang tercermin dalam pelaksanaan qurban.

“Masyarakat saat ini menunggu uluran tangan dan kepedulian kita. Karena itu, pembagian daging qurban harus menjadi simbol kehadiran umat Islam dalam membantu sesama,” katanya, dikutip dari situs MUI, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, makna qurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan semata, melainkan juga menjadi refleksi spiritual untuk menekan sifat-sifat buruk dalam diri manusia.

“Menyembelih hewan qurban sejatinya juga menyembelih sifat rakus dan ego dalam diri kita. Dari situlah lahir empati dan kepedulian sosial,” tegasnya.

Pesan tersebut disampaikan Buya Amirsyah dalam konferensi pers sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Ahad (17/5/2026) malam.

Dalam pandangan MUI, Idul Adha tahun ini memiliki makna tersendiri karena pelaksanaannya berlangsung secara serentak. Kondisi tersebut dinilai menjadi simbol penting persatuan umat Islam, baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya