home wirausaha syariah

OJK Dorong Konsolidasi Perbankan Syariah, 21 BPR Syariah Digabung dan Satu BUS Baru Disiapkan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:25 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan struktur industri perbankan syariah nasional melalui langkah konsolidasi, mulai dari penggabungan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah hingga pembentukan bank umum syariah baru tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan penguatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027 yang difokuskan untuk memperkuat daya tahan industri.

OJK saat ini tengah mengonsolidasikan 21 BPR/BPR Syariah dengan target membentuk 9 BPR Syariah yang dinilai lebih kuat, efisien, dan memiliki daya saing lebih baik.

“Berbagai langkah ini untuk memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam RP3SI, yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah,” tutur dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (19/5/2026).

Selain konsolidasi di level BPR Syariah, OJK juga menargetkan lahirnya satu Bank Umum Syariah (BUS) baru melalui proses spin-off pada tahun ini. Kehadiran bank tersebut diharapkan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional, khususnya pada kelompok Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

“Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2,” kata dia.

Dian menyampaikan, saat ini industri perbankan syariah telah memiliki tiga bank syariah berskala besar yang menempati kelompok KBMI 2 dan 3.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya