LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mempercepat langkahnya untuk memperbesar peran dalam program perumahan nasional, dengan target penyaluran KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026.
Target tersebut dipasang setelah perseroan mencatat realisasi penyaluran yang terus menguat pada empat bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data Januari hingga April 2026, Bank BSN telah menyalurkan KPR Subsidi FLPP sebanyak 16.523 unit dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp2,7 triliun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan target tersebut menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap agenda besar pemerintah di sektor perumahan.
“Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen Bank BSN untuk mendukung Program 3 Juta Rumah,” kata Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, dikutip Selasa (19/5/2026).
Selain mengejar target penyaluran, Bank BSN juga disiapkan untuk menjalankan Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar. Skema tersebut nantinya sepenuhnya akan dijalankan oleh Bank BSN, dengan pelaksanaan yang diproyeksikan mulai paling lama dua bulan ke depan setelah mendapatkan dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tak berhenti di sana, perseroan juga menyiapkan langkah masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi seiring keluarnya aturan terbaru. Salah satu proyek yang disiapkan adalah pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang dengan memanfaatkan lahan milik Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektar.
“Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh Bank BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan,” tambah Alex.
Kawasan Kota Baru tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga sarana olahraga bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah tanggung.
Di tengah ekspansi tersebut, posisi Bank BSN dalam pasar KPR Subsidi nasional juga terus menguat. Hingga akhir April 2026, perseroan menempati posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar sebesar 23,4%.
Di segmen perbankan syariah, dominasi Bank BSN bahkan lebih kuat. Perseroan menempati posisi pertama dengan penguasaan pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84%, setara dengan 16.523 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan optimisme terhadap target yang dipasang Bank BSN setelah melihat kesiapan internal perseroan.
“Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Ara juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan simulasi opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjalankan program yang “Pro-Rakyat”.
Skema tersebut disiapkan terutama untuk pekerja muda seperti PNS, TNI, dan Polri yang baru memulai karier. Dalam waktu dekat, sosialisasi kepada sektor perbankan terkait skema tersebut akan dilakukan.
Alex memastikan Bank BSN siap mengambil peran lebih besar dalam penguatan program KPR subsidi nasional melalui inovasi dan kolaborasi yang diperluas.
“Bank BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti,” pungkas Alex.
(lam)