home masjid

Panduan Ibadah Idul Adha: Keutamaan Memperbanyak Zikir pada Hari Wukuf Arafah

Senin, 25 Mei 2026 - 05:00 WIB
Hari Arafah adalah hari di mana kata-kata manusia memiliki nilai tukar tertinggi di hadapan pencipta. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di bawah kubah langit sembilan Dzulhijjah, keheningan Padang Arafah menjelma menjadi kanvas raksasa bagi jutaan manusia yang sedang merapal asa. Dari lisan yang bergetar menahan tangis, mengalir untaian doa, pengakuan dosa, dan permohonan ampunan yang membubung ke langit. Bagi para pencari spiritual, momentum ini bukan sekadar bagian dari rukun haji yang melelahkan fisik.

Arafah adalah sebuah koordinat waktu dan tempat yang sakral, di mana pembatasan antara hamba dan pencipta seakan menipis, menjadikan setiap jengkal kata yang terucap di sana memiliki daya pikat teologis yang luar biasa di hadapan Tuhan.

Keistimewaan spiritual dari fenomena ini bersandar pada sebuah maklumat agung yang disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW empat belas abad silam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amr, terekam sebuah penegasan mengenai kualitas permohonan pada hari wukuf tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Khairud du'aa-i du'aa-u yaumi 'arafata, wa khairu maa qultu ana wan nabiyyuna min qablii laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.

Artinya: Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Hadis monumental ini terdokumentasi dalam Kitab Sunan at-Tirmidzi nomor tiga ribu lima ratus delapan puluh lima dan telah dihukumi sahih oleh ahli hadis terkemuka Syaikh al-Albani.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya