home masjid

Hadis At-Tirmidzi Sahihkan Status Wukuf Arafah Sebagai Penentu Keabsahan Haji

Senin, 25 Mei 2026 - 16:00 WIB
Di tempat ini, semua rukun lain seperti tawaf atau sai seakan berpusat pada satu hari penyerahan diri secara kolektif. Ilustrasi: AN
LANGIT7.ID- Setiap tahun, jutaan umat manusia bergerak laksana gelombang putih raksasa memadati hamparan tandus Padang Arafah. Mereka datang dari berbagai belahan dunia, melintasi batas geografis, bahasa, dan strata sosial demi satu tujuan khusus: melakukan wukuf.

Di bawah naungan langit sore sembilan Dzulhijjah, prosesi diam dan merenung ini menjadi pemandangan yang paling menggetarkan dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Namun, di balik keheningan massal tersebut, wukuf menyimpan ketegasan hukum fikih yang mutlak.

Ia bukan sekadar ritus pelengkap atau tradisi manasik, melainkan pilar teologis tertinggi yang menentukan nasib seluruh pengorbanan sang jemaah.

Eksistensi hukum yang begitu vital ini berakar dari sebuah peristiwa dialogis pada masa kenabian. Ketika itu, sekelompok orang dari wilayah Nejed datang menemui Nabi Muhammad SAW untuk bertanya mengenai hakikat dan inti dari ibadah haji. Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW memberikan jawaban yang sangat singkat namun sarat makna normatif.

Beliau bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Artinya: Haji itu adalah Arafah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya