Djokovic Lolos dari Ujian Service Gledek Perricard di Laga Pembuka Roland Garros, Setelah Menang Langsung Ngedance
Sururi al faruq
Senin, 25 Mei 2026 - 08:50 WIB
Djokovic Lolos dari Ujian Service Gledek Perricard di Laga Pembuka Roland Garros, Setelah Menang Langsung Ngedance
LANGIT7.ID-Paris; Novak Djokovic, petenis Serbia yang kini sudah mengoleksi 24 grand slam memulai perjuangannya di roland garros. Djokovic ingin mengukir sejarah baru dalam persaingan memperoleh prediket petenis terbanyak menfumpulkan tropi grand slam sepanjang karirnya.
Ia ingin menambah satu tropi grand slam untuk melengkapi menjadi 25 tropi. Meskipun ia sudah yang terbanyak untuk petenis pria, tapi dirinya yang sudah berusia 39 tahun ini, merasa masih memiliki peluang untuk menambah tropi. Saat ini dari persaingan tropi grand slam, Djokovic mengoleksi 24, Rafael Nadal 22, dan Roger Federer 20.
Dan dari perjuangan panjang di roland garros ini, Djokovic berhasil melewati ujian berat di babak pertama Roland Garros, Minggu (kemarin), setelah bangkit untuk mengalahkan petenis Prancis, Giovanni Mpetshi Perricard, dengan skor 5-7, 7-5, 6-1, 6-4 untuk memastikan tempatnya di babak kedua di Paris.
Pertandingan di babak pertama yang dilalui Djokovic ini sungguh cukup menegangkan karena menghadapi Perricard, petenis tuan rumah yang punya service super kencang. Tapi toh akhirnya Djokovic mampu menjinakkan service gledek Perricard. Setelah sukses raih kemenangan ini, Djokovic melampiaskan dengan ngedance di lapangan hingga membuat penonton dibuat tertawa.
Dalam penampilan ke-82-nya di turnamen mayor (rekor), Djokovic kini mencatatkan rekor 80-2 di babak pertama Grand Slam. Kekalahan terakhirnya di babak pembukaan turnamen besar terjadi di Australian Open 2006.
Dalam pertemuan perdana mereka di Lexus ATP Head2Head, Djokovic kesulitan di dua set awal untuk menetralisir servis keras Mpetshi Perricard, sementara serangkaian kesalahan yang tidak biasa juga mengganggu ritmenya sendiri. Petenis Prancis yang didukung sorak sorai penonton di Lapangan Philippe-Chatrier itu berhasil menangkis sembilan peluang break di set kedua, sebelum akhirnya Djokovic memanfaatkan peluang break yang ke-10 untuk menyamakan kedudukan.
Begitu petenis tiga kali juara ini berhasil menembus pertahanan lawan, ia tak pernah melihat ke belakang. Mantan petenis peringkat 1 dunia itu mulai membaca arah pukulan lawan dengan jauh lebih efektif dan melesat mulus melewati sisa pertandingan, meraih kemenangan dalam waktu 2 jam 51 menit. Dengan kemenangan ini, juara 24 turnamen mayor — yang baru menjalani laga kedua di tanah liat musim ini — meraih kemenangan ke-102-nya di Roland Garros.
Ia ingin menambah satu tropi grand slam untuk melengkapi menjadi 25 tropi. Meskipun ia sudah yang terbanyak untuk petenis pria, tapi dirinya yang sudah berusia 39 tahun ini, merasa masih memiliki peluang untuk menambah tropi. Saat ini dari persaingan tropi grand slam, Djokovic mengoleksi 24, Rafael Nadal 22, dan Roger Federer 20.
Dan dari perjuangan panjang di roland garros ini, Djokovic berhasil melewati ujian berat di babak pertama Roland Garros, Minggu (kemarin), setelah bangkit untuk mengalahkan petenis Prancis, Giovanni Mpetshi Perricard, dengan skor 5-7, 7-5, 6-1, 6-4 untuk memastikan tempatnya di babak kedua di Paris.
Pertandingan di babak pertama yang dilalui Djokovic ini sungguh cukup menegangkan karena menghadapi Perricard, petenis tuan rumah yang punya service super kencang. Tapi toh akhirnya Djokovic mampu menjinakkan service gledek Perricard. Setelah sukses raih kemenangan ini, Djokovic melampiaskan dengan ngedance di lapangan hingga membuat penonton dibuat tertawa.
Dalam penampilan ke-82-nya di turnamen mayor (rekor), Djokovic kini mencatatkan rekor 80-2 di babak pertama Grand Slam. Kekalahan terakhirnya di babak pembukaan turnamen besar terjadi di Australian Open 2006.
Dalam pertemuan perdana mereka di Lexus ATP Head2Head, Djokovic kesulitan di dua set awal untuk menetralisir servis keras Mpetshi Perricard, sementara serangkaian kesalahan yang tidak biasa juga mengganggu ritmenya sendiri. Petenis Prancis yang didukung sorak sorai penonton di Lapangan Philippe-Chatrier itu berhasil menangkis sembilan peluang break di set kedua, sebelum akhirnya Djokovic memanfaatkan peluang break yang ke-10 untuk menyamakan kedudukan.
Begitu petenis tiga kali juara ini berhasil menembus pertahanan lawan, ia tak pernah melihat ke belakang. Mantan petenis peringkat 1 dunia itu mulai membaca arah pukulan lawan dengan jauh lebih efektif dan melesat mulus melewati sisa pertandingan, meraih kemenangan dalam waktu 2 jam 51 menit. Dengan kemenangan ini, juara 24 turnamen mayor — yang baru menjalani laga kedua di tanah liat musim ini — meraih kemenangan ke-102-nya di Roland Garros.