home wirausaha syariah

Membentengi Rakyat Bawah dan Pedesaan Dari Gejolak Dolar

Senin, 25 Mei 2026 - 09:44 WIB
Membentengi Rakyat Bawah dan Pedesaan Dari Gejolak Dolar
Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Pernyataan presiden bahwa rakyat bawah dan pedesaan tidak tersentuh dolar ada benarnya jika kebijakan negara memang memihak untuk melindungi mereka. Makanan pokok rakyat banyak diimpor dari beras, gandum, tempe tahu, bawang putih, dan daging. Di samping itu energi vital untuk memasak LPG juga sangat tergantung impor dan efek dolar. Pupuk dan bahan produksi pertanian juga terkena imbas dolar. Dalam keadaan krisis pemerintah harus melindungi kepentingan dasar rakyat bawah, dengan jalan tentu saja merealokasi APBN untuk menambah subsidi berkait pangan. Rakyat banyak bisa menerima keadaan asal makan pokok tidak terganggu.

Impor gandum dan kedelai saja diperkirakan 5 milyar dollar, dan setiap pelemahan rupiah atau kenaikan dollar 1000 rupiah maka beban subsidi energi meningkat 30 sampai 40 triliun rupiah. Beban kenaikan energi perlu dan sudah dipilah mana yang untuk rakyat bawah dan mana yang untuk kelompok atas.

Beban tambahan subsidi di atas harus dilakukan oleh pemerintah sehingga imbas langsung kepada rakyat bawah bersifat minimal. Pemerintah perlu melakukan realokasi APBN untuk memecahkan masalah ini, atau dengan jalan lain menambah hutang dan membiarkan pos lain tidak diganggu. Di akhir tulisan ini juga diusulkan agar memperbanyak skema non konvensional, skema syariah, non bunga sehingga berada dalam domain berbeda.

Dengan membentengi kebutuhan pokok rakyat terutama pangan dan energi maka efek dollar terhadap kehidupan rakyat dan ujungnya ketidakstabilan politik bisa dikendalikan. Sebaliknya kebutuhan berbasis impor terhadap barang sekunder dan tersier diperlukan adanya kenaikan untuk mengurangi konsumtivisme impor. Impor barang seperti elektronik dan sandang mencapai USD 35 hingga USD 45 miliar per tahun. Penurunan permintaan di sektor sekunder ini dapat menghemat devisa yang besarnya hingga USD 8 miliar per tahun.

Contoh lain pada sektor jasa khususnya perjalanan luar negeri. ibadah haji perlu mendapat perlindungan terutama haji rakyat. Namun untuk ibadah umroh, biarkan pasar berbicara. Umroh memerlukan banyak devisa sekitar USD 3 miliar per tahun. Di sektor jasa ini pasar perlu dibiarkan bekerja, di mana kenaikan harga akan menurunkan permintaan dan penurunan ini menyebabkan kebutuhan dollar berkurang. Dengan demikian tekanan dollar diharapkan mereda dan menurun.

Belanja diplomatik, perjalanan dinas luar negeri yang non-esensial, serta porsi beasiswa luar negeri tidak dikurangi jumlahnya sebagai sektor strategis hanya saja biaya hidup dikurangi supaya memberi kesadaran perlunya menjayakan rupiah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya