Luhut-Menkes Terbang ke Amerika, Bahas Investasi Obat Covid-19 di Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 18 Oktober 2021 - 21:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Kemenko Marves)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, bertolak ke Amerika Serikat pada Senin (18/10). Agenda yang dibawa kali ini ialah penjajakan obat Covid-19 dari beberapa produsen.
Menurut Luhut, hal ini dilakukan agar Indonesia tidak sekedar pembeli, tapi juga menawarkan kerja sama investasi dan produksi di Indonesia.
Baca juga:Ibadah Umrah Dibuka, Sapuhi: Vaksin Penentu Terpenting
"Saya sampaikan bahwa kita tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli, kita harapkan produsen obat tersebut melakukan kerja sama, melakukan investasi dan produksinya di Indonesia," kata Luhut dalam konferensi pers secara daring di Jakarta.
Luhut dan Menkes Budi dijadwalkan bertemu dengan Merck mengenai obat Molnupiravir. Selain itu, ada juga obat Proxalutamide yang saat ini sedang dalam tahap uji klinis ketiga dan sedang berproses di BPOM.
Alternatif lainnya ialah AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea. Ketiga obat ini disebut berpotensi untuk menjadi obat Covid-19.
Baca juga:DPR: Pelandaian Kasus Covid-19 Harus Dipertahankan dengan 5T dan 3T
Menurut Luhut, hal ini dilakukan agar Indonesia tidak sekedar pembeli, tapi juga menawarkan kerja sama investasi dan produksi di Indonesia.
Baca juga:Ibadah Umrah Dibuka, Sapuhi: Vaksin Penentu Terpenting
"Saya sampaikan bahwa kita tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli, kita harapkan produsen obat tersebut melakukan kerja sama, melakukan investasi dan produksinya di Indonesia," kata Luhut dalam konferensi pers secara daring di Jakarta.
Luhut dan Menkes Budi dijadwalkan bertemu dengan Merck mengenai obat Molnupiravir. Selain itu, ada juga obat Proxalutamide yang saat ini sedang dalam tahap uji klinis ketiga dan sedang berproses di BPOM.
Alternatif lainnya ialah AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea. Ketiga obat ini disebut berpotensi untuk menjadi obat Covid-19.
Baca juga:DPR: Pelandaian Kasus Covid-19 Harus Dipertahankan dengan 5T dan 3T