home wirausaha syariah

Kudus Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru, Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Andalan

Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB
Kudus Siapkan Sumber Pertumbuhan Baru, Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Andalan
LANGIT7.ID-Kudus; Pemerintah Kabupaten Kudus mulai mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi sektor industri pengolahan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, struktur ekonomi daerah yang sangat bergantung pada industri hasil tembakau perlu diperkuat oleh sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, ketergantungan terhadap satu sektor utama dapat meningkatkan kerentanan ekonomi daerah ketika terjadi perubahan pasar maupun perlambatan industri.

“Pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan,” ujar Sam’ani dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Data pemerintah daerah menunjukkan sektor industri pengolahan saat ini menyumbang sekitar 76 persen terhadap total perekonomian Kudus. Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kudus tercatat mencapai Rp 132,316 triliun dengan pendapatan per kapita sekitar Rp 148,3 juta. Meski menjadi salah satu daerah dengan capaian ekonomi tinggi di Jawa Tengah, laju pertumbuhan ekonomi Kudus mengalami perlambatan akibat dominasi industri pengolahan hasil tembakau.

Untuk memperluas basis ekonomi, Pemkab Kudus menilai sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Potensi wisata religi, budaya, dan alam yang dimiliki daerah tersebut diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.

Sam’ani menyebut kawasan Gunung Muria, wisata religi Sunan Muria, hingga Menara Kudus memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Kudus memiliki potensi wisata religi, budaya, dan alam yang sangat besar. Potensi ini harus dikelola secara berkelanjutan agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya