Kemenkop Siapkan Koperasi Modern Berbasis Digital untuk Perkuat Ekonomi Syariah
Tim langit 7
Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:14 WIB
(Dok: Kemenkop)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan langkah penguatan sektor riil dalam ekosistem ekonomi syariah melalui pengembangan koperasi modern yang terintegrasi dengan teknologi digital dan industri halal. Upaya tersebut menjadi bagian dari sinergi yang tengah dibangun bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memperluas dampak ekonomi syariah di Indonesia.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian MES, Ferry Juliantono, mengatakan pihaknya akan memfokuskan berbagai program pada penguatan pembiayaan produktif bagi koperasi dan UMKM halal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha berbasis syariah di berbagai daerah.
Selain memperkuat pembiayaan, Kemenkop juga mendorong lahirnya koperasi produksi baru yang dibangun berdasarkan potensi industri halal spesifik di masing-masing wilayah. Pengembangan tersebut dibarengi dengan agenda transformasi digital agar produk-produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat hingga mampu menjangkau pasar internasional.
“Kami juga tengah mengembangkan model bisnis koperasi modern. Model ini tidak hanya dirancang untuk menjaga kepatuhan syariah, tetapi juga wajib terintegrasi dengan teknologi digital dan mampu menembus jaringan pemasaran global,” terang Menkop Ferry Juliantono di Jakarta dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang mengangkat tema ‘Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia’.
Forum tersebut mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem syariah nasional, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku industri halal. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi syariah yang tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tetapi juga menjangkau sektor riil.
Dalam kesempatan yang sama, Ferry menekankan bahwa percepatan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen yang terkait. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan ekosistem yang lebih luas dan inklusif.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian MES, Ferry Juliantono, mengatakan pihaknya akan memfokuskan berbagai program pada penguatan pembiayaan produktif bagi koperasi dan UMKM halal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha berbasis syariah di berbagai daerah.
Selain memperkuat pembiayaan, Kemenkop juga mendorong lahirnya koperasi produksi baru yang dibangun berdasarkan potensi industri halal spesifik di masing-masing wilayah. Pengembangan tersebut dibarengi dengan agenda transformasi digital agar produk-produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat hingga mampu menjangkau pasar internasional.
“Kami juga tengah mengembangkan model bisnis koperasi modern. Model ini tidak hanya dirancang untuk menjaga kepatuhan syariah, tetapi juga wajib terintegrasi dengan teknologi digital dan mampu menembus jaringan pemasaran global,” terang Menkop Ferry Juliantono di Jakarta dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang mengangkat tema ‘Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia’.
Forum tersebut mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem syariah nasional, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku industri halal. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi syariah yang tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tetapi juga menjangkau sektor riil.
Dalam kesempatan yang sama, Ferry menekankan bahwa percepatan ekonomi syariah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen yang terkait. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan ekosistem yang lebih luas dan inklusif.