home wirausaha syariah

Manulife Syariah Indonesia Catat Pertumbuhan Pesat pada Tahun Pertama sebagai Entitas Independen

Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:27 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Manulife Syariah Indonesia mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2025, tahun pertama operasionalnya setelah resmi berdiri sebagai entitas independen pada Desember 2024. Peningkatan tersebut terlihat dari berbagai indikator bisnis, mulai dari pendapatan usaha, pertumbuhan aset, hingga penyaluran manfaat kepada peserta.

Sepanjang 2025, perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp66,5 miliar.

Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong peningkatan aset perusahaan menjadi Rp1,55 triliun. Kondisi keuangan yang kuat juga tercermin dari rasio solvabilitas yang jauh melampaui ketentuan regulator. Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud tercatat sebesar 797%, sementara Rasio Solvabilitas Dana Perusahaan mencapai 5.433%.

Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia, Fauzi Arfan, menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah.

“Meningkatnya minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pendekatan berbasis nilai dalam keamanan finansial. Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami," ucap Fauzi Arfan dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Manulife Syariah Indonesia juga meningkatkan perannya dalam memberikan perlindungan finansial kepada peserta. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan manfaat melalui pembayaran klaim sebesar Rp83,9 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 99% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah peningkatan pembayaran manfaat tersebut, kondisi pengelolaan dana peserta tetap terjaga. Hal itu tercermin dari surplus underwriting dana tabarru’ yang mencapai Rp766 juta pada akhir 2025.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya