Fadli Zon Tegaskan Komitmen Merawat Borobudur dalam Waisak Nasional 2026
Tim langit 7
Senin, 01 Juni 2026 - 10:13 WIB
Fadli Zon Tegaskan Komitmen Merawat Borobudur dalam Waisak Nasional 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 yang diselenggarakan di Taman Lumbini, Candi Borobudur. Kehadiran Menteri Kebudayaan merupakan bentuk dukungan penuh Kementerian Kebudayaan terhadap penyelenggaraan rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026, sekaligus sebagai Pelindung dalam kepanitiaan nasional perayaan Waisak tahun ini.
Mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia,” kegiatan Dharmasanti menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutan video ucapan Hari Waisak, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Waisak merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia. “Pada hari ini, lebih dari 25 abad silam, tiga peristiwa agung terjadi: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha. Tiga peristiwa tersebut merupakan satu garis lurus perjalanan, dari pencarian menuju pencerahan, lalu mencapai pembebasan,” ujar Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).
Menteri Kebudayaan juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam menjaga dan merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus tempat suci umat Buddha. “Sebagai Menteri Kebudayaan, saya ingin secara khusus menegaskan komitmen kami terhadap Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia yang paling agung, yang pada saat yang sama adalah tempat suci bagi jutaan umat Buddha. Borobudur bukan sekadar monumen dan relief, ia adalah perwujudan fisik dari perjalanan batin manusia menuju pencerahan. Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” lanjut Menbud.
Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia. Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur, serta kerja sama berkelanjutan dalam upaya pemugaran kawasan bersejarah umat Buddha di Muaro Jambi,” ujar Hartati Murdaya.
Hartati juga menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti.
Mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia,” kegiatan Dharmasanti menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutan video ucapan Hari Waisak, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Waisak merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia. “Pada hari ini, lebih dari 25 abad silam, tiga peristiwa agung terjadi: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana Sang Buddha. Tiga peristiwa tersebut merupakan satu garis lurus perjalanan, dari pencarian menuju pencerahan, lalu mencapai pembebasan,” ujar Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).
Menteri Kebudayaan juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam menjaga dan merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus tempat suci umat Buddha. “Sebagai Menteri Kebudayaan, saya ingin secara khusus menegaskan komitmen kami terhadap Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia yang paling agung, yang pada saat yang sama adalah tempat suci bagi jutaan umat Buddha. Borobudur bukan sekadar monumen dan relief, ia adalah perwujudan fisik dari perjalanan batin manusia menuju pencerahan. Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” lanjut Menbud.
Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia. Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur, serta kerja sama berkelanjutan dalam upaya pemugaran kawasan bersejarah umat Buddha di Muaro Jambi,” ujar Hartati Murdaya.
Hartati juga menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti.