Miliarder TikTok Salip Ambani sebagai Orang Terkaya Kedua di Asia, Kekayaannya Tembus 1.508 Triliun
Sururi al faruq
Rabu, 03 Juni 2026 - 14:18 WIB
Miliarder TikTok Salip Ambani sebagai Orang Terkaya Kedua di Asia, Kekayaannya Tembus 1.508 Triliun
LANGIT7.ID-Shanghai; Zhang Yiming mendadak melampaui Mukesh Ambani untuk menjadi orang terkaya kedua di Asia setelah adanya kenaikan valuasi ByteDance Ltd dan kemajuan lebih lanjut dalam ambisi kecerdasan buatan (AI) perusahaan asal China tersebut.
Kekayaan bersih Zhang melonjak menjadi US$92,8 miliar (sekitar Rp1.508 triliun), memperkuat posisinya sebagai orang terkaya di China, menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pendiri ByteDance ini membengkak lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada Maret 2019, saat ia masih bernilai US$13 miliar (sekitar Rp211 triliun).
Lonjakan ini terjadi di tengah kesuksesan aplikasi video TikTok milik ByteDance, serta chatbot AI Doubao, yang telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pengguna bulanan menjadi yang terpopuler di China. ByteDance juga sebelumnya tahun ini mentransfer sebagian bisnis AS-nya kepada investor Amerika.
"Lonjakan valuasi ini mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan kesuksesan aplikasi-aplikasinya seperti Doubao di China," kata Amy Lin, analis di Capital Securities yang berbasis di Shanghai. "Perkembangan di AS kemungkinan tidak akan berdampak negatif yang besar."
Bloomberg Billionaires Index menerapkan diskon risiko 25% terhadap valuasi ByteDance setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan RUU pada Maret 2024 untuk melarang operasi TikTok di negara tersebut kecuali pemilik China-nya menjual aplikasi itu.
Diskon tersebut diturunkan menjadi 10% pada 2 Juni untuk mencerminkan selesainya penjualan bisnis AS serta valuasi pasca-pemisahan pertama yang diberikan oleh investor institusional dalam pengajuan regulasi yang dipublikasikan pada akhir Mei.
Kekayaan Zhang melonjak lebih dari US$24 miliar (sekitar Rp390 triliun) setelah Bloomberg menganalisis valuasi dari investor BlackRock Inc, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc serta valuasi yang diberikan oleh HSG dan General Atlantic bulan lalu.
Kekayaan bersih Zhang melonjak menjadi US$92,8 miliar (sekitar Rp1.508 triliun), memperkuat posisinya sebagai orang terkaya di China, menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pendiri ByteDance ini membengkak lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada Maret 2019, saat ia masih bernilai US$13 miliar (sekitar Rp211 triliun).
Lonjakan ini terjadi di tengah kesuksesan aplikasi video TikTok milik ByteDance, serta chatbot AI Doubao, yang telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pengguna bulanan menjadi yang terpopuler di China. ByteDance juga sebelumnya tahun ini mentransfer sebagian bisnis AS-nya kepada investor Amerika.
"Lonjakan valuasi ini mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan kesuksesan aplikasi-aplikasinya seperti Doubao di China," kata Amy Lin, analis di Capital Securities yang berbasis di Shanghai. "Perkembangan di AS kemungkinan tidak akan berdampak negatif yang besar."
Bloomberg Billionaires Index menerapkan diskon risiko 25% terhadap valuasi ByteDance setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan RUU pada Maret 2024 untuk melarang operasi TikTok di negara tersebut kecuali pemilik China-nya menjual aplikasi itu.
Diskon tersebut diturunkan menjadi 10% pada 2 Juni untuk mencerminkan selesainya penjualan bisnis AS serta valuasi pasca-pemisahan pertama yang diberikan oleh investor institusional dalam pengajuan regulasi yang dipublikasikan pada akhir Mei.
Kekayaan Zhang melonjak lebih dari US$24 miliar (sekitar Rp390 triliun) setelah Bloomberg menganalisis valuasi dari investor BlackRock Inc, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc serta valuasi yang diberikan oleh HSG dan General Atlantic bulan lalu.