LANGIT7.ID, Gaza ,- - Menjelang
final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, banyak
warga Palestina di Jalur Gaza menyatakan dukungannya kepada
La Roja. Dukungan tersebut tidak hanya pada faktor sepak bola, tetapi juga sikap pemerintah dan sejumlah tokoh olahraga Spanyol yang konsisten menyuarakan solidaritas terhadap Palestina.
Ahmed al-Bozm, warga Gaza berusia 33 tahun, mengatakan dirinya sepenuhnya mendukung Spanyol karena negara itu dinilai berdiri bersama rakyat Palestina.
Baca juga: Dahsyat! Tiket Menit Terakhir Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Dibanderol Mulai Rp163-987 Juta"Kami mencintaimu dari Palestina," ujar Al-Bozm kepada bintang muda Spanyol,
Lamine Yamal, yang pada perayaan gelar
Liga Spanyol bersama Barcelona pada 2026 sempat mengibarkan bendera Palestina.
Ia berharap Spanyol menjuarai Piala Dunia dan kembali mengangkat bendera Palestina sebagai bentuk dukungan.
Antusiasme menyambut final Piala Dunia juga terasa di Gaza, meski warga menghadapi keterbatasan listrik dan bahan bakar akibat perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Adnan al-Afifi, mantan pesepak bola dan pengelola stadion di Gaza, mengatakan warga hanya dapat menyaksikan pertandingan jika aliran listrik tersedia.
"Generator tidak dapat digunakan karena bahan bakar langka dan harganya sangat mahal. Masyarakat Palestina yang paling merasakan dampaknya," ujarnya.
Sebagai upaya membangkitkan kembali kehidupan sepak bola yang nyaris terhenti akibat perang, Al-Afifi menggelar laga ekshibisi bertema Piala Dunia di Palestine Sports Club, Kota Gaza.
Klub itu menjadi satu-satunya klub sepak bola yang masih aktif beroperasi dan tetap bisa digunakan para pemain di Jalur Gaza.
Baca juga: Spanyol Bersama Yamal Siap Mengakhiri Dominasi Piala Dunia Lionel Messi dan ArgentinaMenurut Al-Afifi, pertandingan itu menjadi bentuk dukungan terbesar warga Gaza kepada tim nasional Spanyol sekaligus menghadirkan kembali suasana sepak bola di tengah kondisi kemanusiaan yang sulit.
Dukungan warga Palestina terhadap Spanyol dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Madrid yang pada 2024 mengakui Negara Palestina serta menyerukan gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Selain itu, sejumlah tokoh sepak bola Spanyol, termasuk Lamine Yamal dan pelatih Pep Guardiola, beberapa kali menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina.
Pelatih tim sepak bola amputasi Gaza, Gaza al-Irada (Gaza Determination), Hatem al-Maghribi, mengatakan bahwa seluruh rakyat Palestina berharap Spanyol dapat mengangkat trofi Piala Dunia.
Menurutnya, dukungan yang diberikan para atlet dan tokoh olahraga Spanyol memiliki arti besar bagi masyarakat Gaza.
Meski mendukung Spanyol, Al-Afifi menegaskan hal itu bukan berarti memusuhi Argentina. Ia tetap menghormati Albiceleste sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia, terlepas dari dukungan Presiden Argentina Javier Milei terhadap Israel yang menuai kritik dari sebagian warga Palestina.
Baca juga: Pemain Spanyol, Yamal dan Porro, Latihan Terpisah Menjaga Fit Lawan Argentina"Saya berharap pertandingan berlangsung menarik. Argentina adalah negara besar dalam sepak bola, tetapi kami berharap Spanyol menjadi juara karena dukungan mereka terhadap Palestina," ujarnya.
Sementara itu, Al-Bozm memprediksi Spanyol akan mengalahkan Argentina dengan skor 3-1 setelah perpanjangan waktu. Menurutnya, laga akan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal sebelum Spanyol mencetak dua gol tambahan di babak ekstra.
"Saya memprediksi Spanyol akan menang 3-1 setelah perpanjangan waktu. Menurut saya, pertandingan akan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal sebelum Spanyol mencetak dua gol di babak tambahan." katanya. (Sumber: Al Jazeera)
(est)