LANGIT7.ID-Spanyol; Aktor peraih Oscar asal Spanyol, Javier Bardem, mengatakan bahwa tidaklah salah jika Final Piala Dunia FIFA antara Argentina dan Spanyol dianggap sebagai pertandingan proksi antara Israel dan Palestina.
Pernyataan itu disampaikan Bardem saat berbincang dengan jurnalis Mehdi Hasan pada Senin dini hari, usai kemenangan Spanyol. Percakapan mereka mengarah pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menteri kabinetnya yang diketahui mendukung Argentina. Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei pernah menyatakan dirinya sebagai "presiden Zionis paling bangga di dunia."
Hasan menambahkan bahwa Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez justru menjadi kritikus vokal terhadap Israel dan membawa negaranya ikut serta dalam gugatan genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional.
Bardem mengatakan anggapan bahwa kedua kubu ini mewakili Israel dan Palestina memang tepat, dengan catatan bahwa para pemimpin tidak selalu mewakili kehendak rakyatnya.
"Namun benar bahwa dalam pertarungan dan konflik tingkat tinggi seperti ini, ketika seorang presiden secara terang-terangan mendukung seseorang yang merupakan penjahat perang seperti Netanyahu, maka kamu benar-benar ingin mendukung tim lawan," ujar sang aktor.
Bardem menilai sikap Milei yang dengan bangga mendukung apa yang disebut aktor itu sebagai "genosida total" dan orang-orang seperti Netanyahu serta Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang mengaitkan diri dengan Argentina adalah hal yang "tidak adil" bagi negara Amerika Selatan tersebut.
"Saya rasa itu tidak adil karena banyak rakyat Argentina yang benar-benar tidak mendukung Milei, seperti halnya banyak orang di Amerika Serikat yang tidak mendukung [Presiden AS Donald] Trump."
Bardem dan Hasan pun tertawa bersama menyaksikan momen saat penyerahan piala, di mana para pemain Spanyol tampak canggung menunggu Presiden Trump meninggalkan panggung agar mereka bisa berfoto bersama tim.
"Dia ingin ikut dalam foto, tapi sungguh luar biasa bagaimana para pemain itu memandangnya seperti, 'tidak, kami harus foto tanpa Anda.' Dan begitu Anda pergi, kami akan berfoto. Jadi dia pun harus pergi. Saya juga sangat bangga akan hal itu," kata pria Spanyol itu tentang tim nasionalnya.
Bardem mengaku terkejut melihat begitu banyak orang di seluruh dunia mendukung negaranya, tapi ia bisa memahami alasannya.
"Saya bersyukur bahwa terjadi pergeseran dalam reaksi masyarakat terhadap—dalam hal ini—genosida dan kejahatan perang. Dan saya rasa itu karena tindakan-tindakan yang telah kita saksikan selama bertahun-tahun terhadap penduduk Palestina sangatlah keji, sangat mengerikan untuk dipahami atau dimaklumi, sehingga siapa pun dengan akal sehat minimal pun paham bahwa ini salah."
Aktor itu menambahkan bahwa sama seperti Milei dan Trump tidak mewakili bangsa mereka secara keseluruhan, "pemimpin ekstrem seperti Netanyahu dan Ben-Gvir serta seluruh kabinetnya juga bukanlah representasi dari komunitas Yahudi."(*/saf/image.dawn)
(lam)