FESyar Sumatera 2026 Jadi Motor Penguatan Ekonomi Syariah, Libatkan 122 Pelaku Usaha Halal
Tim langit 7
Kamis, 04 Juni 2026 - 07:12 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Palembang; Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera. Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumatera Selatan itu akan berlangsung pada 5-7 Juni 2026 di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport & Convention Centre (PSCC).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan FESyar dirancang untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama.
Menurut Bambang, penguatan tersebut mencakup pengembangan ekosistem produk halal, penguatan sektor keuangan syariah, serta peningkatan literasi dan gaya hidup halal di tengah masyarakat.
Pelaksanaan FESyar Regional Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Tema tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai syariah.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah pameran produk halal yang akan diikuti 122 pelaku usaha dari berbagai sektor. Produk yang dipamerkan mencakup makanan dan minuman olahan, wastra, modest fashion, kerajinan tangan, hingga aneka kuliner khas dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk halal lokal agar dapat berkembang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menghadirkan pameran produk halal, penyelenggara juga menyiapkan booth Wakafein Kopi bertema “The Taste of Sumatera”. Program tersebut menghadirkan kopi unggulan dari 10 provinsi di Sumatera yang dapat dinikmati pengunjung.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan FESyar dirancang untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama.
Menurut Bambang, penguatan tersebut mencakup pengembangan ekosistem produk halal, penguatan sektor keuangan syariah, serta peningkatan literasi dan gaya hidup halal di tengah masyarakat.
Pelaksanaan FESyar Regional Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Tema tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai syariah.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah pameran produk halal yang akan diikuti 122 pelaku usaha dari berbagai sektor. Produk yang dipamerkan mencakup makanan dan minuman olahan, wastra, modest fashion, kerajinan tangan, hingga aneka kuliner khas dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk halal lokal agar dapat berkembang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menghadirkan pameran produk halal, penyelenggara juga menyiapkan booth Wakafein Kopi bertema “The Taste of Sumatera”. Program tersebut menghadirkan kopi unggulan dari 10 provinsi di Sumatera yang dapat dinikmati pengunjung.