home masjid

Doa di Pintu Keluar Baitullah dan Ujian Konsistensi Iman

Kamis, 04 Juni 2026 - 16:00 WIB
Esensi dari permohonan agar kunjungan ke Baitullah tidak menjadi yang terakhir adalah komitmen untuk menjaga api spiritualitas tetap menyala. ILustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Tatkala pulang haji ada sebuah ruang sunyi di dalam dada setiap jemaah yang baru saja melangkah pergi dari tanah suci. Sebuah ruang yang dipenuhi oleh doa pasrah agar perjalanan spiritual tersebut bukanlah lembaran terakhir dalam hidup mereka.

Momen perpisahan dengan tanah suci selalu meninggalkan getaran batin yang kuat.

Dalam risalah berjudul Mada Bad Al-Hajj yang disusun oleh Divisi Ilmiah Dar Al-Qasim dan diterjemahkan oleh Muhammad Lutfi Firdaus, digambarkan sebuah pesan esensial bagi setiap jemaah yang telah menunaikan haji.

Pada saat meninggalkan Baitullah, jemaah diserukan untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa Taala agar momentum tersebut tidak menjadi saat yang terakhir baginya di Baitullah. Doa ini bukan sekadar pemuas rindu, melainkan sebuah ikhtiar spiritual karena menyambung ketaatan setelah beribadah termasuk dari sebab-sebab ketetapan iman dan ibadah seseorang.

Sebaliknya, risalah yang diterbitkan Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah melalui IslamHouse tahun 2009 itu juga mengingatkan bahwa menyambung kemaksiatan pasca-haji justru menjadi salah satu penyebab kesesatan dan penyimpangan iman.

Prinsip menyambung ketaatan ini sejalan dengan spirit ayat suci Al-Quran, di antaranya sebagaimana termaktub dalam Surah Ali Imran ayat delapan:

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya