home global news

Rangkasbitung Line Bersiap Tingkatkan Kapasitas, KAI Percepat Penguatan Daya Listrik dan Modernisasi Persinyalan

Jum'at, 05 Juni 2026 - 20:25 WIB
Rangkasbitung Line Bersiap Tingkatkan Kapasitas, KAI Percepat Penguatan Daya Listrik dan Modernisasi Persinyalan
LANGIT7.ID-Jakarta; Mobilitas masyarakat di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Untuk mengantisipasi kebutuhan kapasitas layanan yang semakin besar, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiapkan penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan pada lintas tersebut.

Lintas ini menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan layanan publik di Jakarta serta sekitarnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pelanggan mencapai 43.317.716 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 pelanggan pada 2025. Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33.397.420 orang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Commuter Line Rangkasbitung dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Setiap harinya, layanan ini dimanfaatkan oleh pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk mengakses berbagai layanan di kawasan Jabodetabek. Kehadiran transportasi massal berbasis rel menjadi pilihan yang efisien, terjangkau, dan andal di tengah tingginya mobilitas perkotaan.

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, tingkat okupansi pada jam sibuk juga terus bertambah. Saat ini, okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161 persen, tertinggi di antara lintas Commuter Line lainnya. Sebagai perbandingan, okupansi puncak lintas Bogor berada pada kisaran 130 persen, sedangkan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepadatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sarana dan infrastruktur yang saat ini tersedia di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

“Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” ujar Bobby dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya