Demi Kurangi Macet dan Polusi, Gubernur DKI Jakarta Dukung Kampanye Naik Transum Jakarta
Lusi mahgriefie
Sabtu, 06 Juni 2026 - 07:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan dukungannya terhadap kampanye "Ayo Naik Transum Jakarta", sebagai upaya mendorong penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
Hal itu disampaikan Anung saat menghadiri Kick-Off Ceremony Kampanye Insan Astra bertajuk "Ayo Naik Transum Jakarta" di Menara Astra, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).
"Saya mengapresiasi Kampanye Insan Astra Ayo Naik Transum Jakarta. Upaya mengatasi kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," tuturnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tegas Pramono, terus memperkuat layanan transportasi publik melalui MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan Transjabodetabek agar mobilitas warga lebih mudah, nyaman, dan terjangkau.
Baca juga:10 Negara Asia dengan Sistem Transportasi Umum Terbaik, Ada Indonesia
Hingga 2026 Transjakarta mengoperasikan sekira 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik. Adapun layanan JakLingko didukung sekitar 2.968 armada Mikrotrans. Hal ini merupakan bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030.
Pemprov DKI juga terus memperluas rute Transjabodetabek serta memberikan layanan gratis MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat. Selain itu, Pemprov menerapkan kebijakan Hari Rabu Bertransportasi Umum bagi aparatur sipil negara (ASN) Jakarta.
Hal itu disampaikan Anung saat menghadiri Kick-Off Ceremony Kampanye Insan Astra bertajuk "Ayo Naik Transum Jakarta" di Menara Astra, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6).
"Saya mengapresiasi Kampanye Insan Astra Ayo Naik Transum Jakarta. Upaya mengatasi kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," tuturnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tegas Pramono, terus memperkuat layanan transportasi publik melalui MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan Transjabodetabek agar mobilitas warga lebih mudah, nyaman, dan terjangkau.
Baca juga:10 Negara Asia dengan Sistem Transportasi Umum Terbaik, Ada Indonesia
Hingga 2026 Transjakarta mengoperasikan sekira 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik. Adapun layanan JakLingko didukung sekitar 2.968 armada Mikrotrans. Hal ini merupakan bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030.
Pemprov DKI juga terus memperluas rute Transjabodetabek serta memberikan layanan gratis MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat. Selain itu, Pemprov menerapkan kebijakan Hari Rabu Bertransportasi Umum bagi aparatur sipil negara (ASN) Jakarta.