home global news

Fadli Zon Kunjungi Budayawan Achmad Charris Zubair, Soroti Pelestarian Warisan Buday

Sabtu, 06 Juni 2026 - 22:00 WIB
Fadli Zon Kunjungi Budayawan Achmad Charris Zubair, Soroti Pelestarian Warisan Buday
LANGIT7.ID-Yogyakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi rumah tinggal Achmad Charris Zubair (5/6), seorang tokoh intelektual dan budayawan Yogyakarta yang juga merupakan salah satu dari sembilan pengusul Hari Kebudayaan pada 17 Oktober 2025. Kunjungan tersebut merupakan penutup rangkaian kerja Menteri Kebudayaan di Yogyakarta sekaligus bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan kontribusi besar Charris Zubair dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Dalam dialognya, Menteri Fadli menjelaskan bahwa Achmad Charris Zubair merupakan salah satu budayawan yang telah berkiprah jauh untuk melestarikan kearifan Indonesia. Menbud menambahkan bahwa selain dikenal sebagai budayawan, Achmad Charris Zubair merupakan seorang penulis yang memiliki keahlian di bidang filsafat, sejarah, dan berbagai bidang keilmuan lainnya.

Menteri Kebudayaan turut menerangkan bahwa kediaman Achmad Charris Zubair merupakan sebuah pendopo yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kota. Pendopo yang berlokasi di Kotagede tersebut dibangun pada tahun 1870, dan Achmad Charris Zubair merupakan generasi ketiga yang menempati bangunan bersejarah tersebut.

“Di depan pendopo, terdapat sebuah langgar yang usianya juga sangat tua dan merupakan salah satu langgar tertua di Kotagede, Yogyakarta. Saat ini kondisi bangunan tersebut cukup memprihatinkan sehingga memerlukan perhatian dan upaya revitalisasi,” papar Menbud dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Fadli Zon turut menyambangi Rumah Peradaban yang dulunya merupakan tempat tinggal seorang tokoh nasional sekaligus pahlawan Indonesia, K.H. Abdul Kahar Mudzakkir. Menbud mengungkapkan bahwa K.H. Abdul Kahar Mudzakkir merupakan seorang tokoh nasional yang memiliki peran penting di masa awal kemerdekaan Indonesia, di mana K.H. Abdul Kahar Mudzakkir adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan termasuk sebagai anggota Panitia Sembilan.

“Selain itu, K.H. Kahar Muzakir juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir dan merupakan salah satu tokoh bangsa yang memiliki peran penting pada masa-masa awal kemerdekaan, terutama dalam proses perumusan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” jelas Menbud.

Menurut Menbud Fadli, Rumah Peradaban yang menjadi tempat tinggal K.H. Kahar Muzakir adalah sebuah ruang hidup yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain memiliki nilai historis yang sangat kuat, Menbud Fadli Zon turut menilai bahwa Rumah Peradaban layak dijaga keberadaannya sebagai penanda sejarah perjuangan Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya