Setelah Berjuang 13 Tahun Akhirnya Pecah Telur
Alexander Zverev Raih Grand Slam Pertama Setelah di Final Kalahkan Cobolli di Final Prancis Open dan Bawa Hadiah 49 Miliar
Sururi al faruq
Senin, 08 Juni 2026 - 07:07 WIB
Alexander Zverev Raih Grand Slam Pertama Setelah di Final Kalahkan Cobolli di Final Prancis Open dan Bawa Hadiah 49 Miliar
LANGIT7.ID-Paris; Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam yang nyaris lepas dari genggamannya. Ia mengatasi perlawanan Flavio Cobolli serta kegugupannya sendiri untuk memenangkan final Prancis Terbuka yang berlangsung sengit dalam lima set.
Petenis Jerman berusia 29 tahun itu meraih kemenangan besar pertamanya yang telah lama diperjuangkan selama 13 tahun --turun ke pro sejak 2013 usia 16 tahun.
Dalam perjuangan yang tidak mudah ini harus bermain lima set dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), 6-1 atas unggulan ke-10 Cobolli, pada Minggu malam di Paris. Perjuangan yang susah payah itu pun diraih setelah big three, Jannik Sinner, Djokovic gugur lebih awal dan Alcaraz absen karena cedera.
Zverev, setelah kalah di tiga final Grand Slam sebelumnya-- yakni pada 2020 di US Open dikalahkan Dominic Thiem, final Roland Garros 2024, dan final Australia Terbuka 2025 dikalahkan Carlos Alcaraz-- Zverev yang merupakan unggulan kedua semakin tegang menghadapi lawan yang baru pertama kali bermain di partai puncak.
Situasi itu sangat kontras dengan awal pertandingan, di mana Zverev melesat cepat di set pertama dan segera menunjukkan dominasinya setelah Cobolli merebut set kedua.
Namun, tingkat stres Zverev meningkat di set keempat yang dramatis. Ia dua kali tertinggal satu break, melakukan serangkaian double fault yang merugikan, dan bahkan perlu mengonsumsi elektrolit untuk mengatasi kram.
Cobolli gagal menyelesaikan set keempat saat unggul 5-4, dan menyia-nyiakan poin set pertamanya di tie-break karena pukulan voli forehand yang tidak sempurna. Namun ia bangkit dan memaksa set kelima.
Petenis Jerman berusia 29 tahun itu meraih kemenangan besar pertamanya yang telah lama diperjuangkan selama 13 tahun --turun ke pro sejak 2013 usia 16 tahun.
Dalam perjuangan yang tidak mudah ini harus bermain lima set dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), 6-1 atas unggulan ke-10 Cobolli, pada Minggu malam di Paris. Perjuangan yang susah payah itu pun diraih setelah big three, Jannik Sinner, Djokovic gugur lebih awal dan Alcaraz absen karena cedera.
Zverev, setelah kalah di tiga final Grand Slam sebelumnya-- yakni pada 2020 di US Open dikalahkan Dominic Thiem, final Roland Garros 2024, dan final Australia Terbuka 2025 dikalahkan Carlos Alcaraz-- Zverev yang merupakan unggulan kedua semakin tegang menghadapi lawan yang baru pertama kali bermain di partai puncak.
Situasi itu sangat kontras dengan awal pertandingan, di mana Zverev melesat cepat di set pertama dan segera menunjukkan dominasinya setelah Cobolli merebut set kedua.
Namun, tingkat stres Zverev meningkat di set keempat yang dramatis. Ia dua kali tertinggal satu break, melakukan serangkaian double fault yang merugikan, dan bahkan perlu mengonsumsi elektrolit untuk mengatasi kram.
Cobolli gagal menyelesaikan set keempat saat unggul 5-4, dan menyia-nyiakan poin set pertamanya di tie-break karena pukulan voli forehand yang tidak sempurna. Namun ia bangkit dan memaksa set kelima.