home edukasi & pesantren

UB Gelar Workshop AITF Batch 2, Siapkan Solusi AI untuk Sekolah Rakyat dan Bansos

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:46 WIB
Dok: (Humnas UB)
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Brawijaya (UB) kembali menggelar Workshop 3 Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2 pada 8–9 Juni 2026 di Auditorium Algoritma, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan mahasiswa untuk menjawab persoalan strategis nasional, khususnya terkait Sekolah Rakyat, bantuan sosial, dan pemetaan kemiskinan.

Workshop diikuti puluhan mahasiswa peserta AITF yang selama beberapa bulan terakhir mengembangkan berbagai proyek kecerdasan artifisial melalui kolaborasi antara Universitas Brawijaya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Sosial, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Said Mirza Pahlevi, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan dari pelaksanaan AITF Batch sekaligus menjadi momentum penting untuk memastikan setiap tim mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, AITF bukan sekadar program pengembangan kemampuan teknologi, tetapi juga wadah untuk melahirkan solusi yang dapat digunakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Workshop ini merupakan workshop ketiga untuk Batch 2 AITF di Universitas Brawijaya dan menjadi workshop pertama pada tahun 2026. Kami berharap melalui program ini lahir berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Mirza menjelaskan dalam pelaksanaan AITF tahun ini terdapat sejumlah studi kasus yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satu yang paling penting adalah pengembangan solusi untuk mendukung implementasi program Sekolah Rakyat serta sistem bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

Ia mengatakan kedua use case tersebut saat ini sangat dinantikan karena memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Oleh karena itu, hasil pengembangan para peserta akan menjadi bahan evaluasi penting bagi berbagai kementerian terkait.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya