Catatan perjalanan ke Xinjiang, China
Suku Hui dan Uyghur, Dua Suku Muslim di Tiongkok
Tim langit 7
Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WIB
Suku Hui dan Uyghur, Dua Suku Muslim di Tiongkok
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Tiongkok memiliki dua kelompok etnis yang dikenal luas karena mayoritas warganya menganut agama Islam, yaitu suku Hui dan suku Uyghur. Keduanya memiliki sejarah, karakteristik budaya, serta hubungan yang berbeda dengan negara, namun sama-sama memberikan kontribusi penting dalam perjalanan peradaban Tiongkok.
Suku Hui
Suku Hui berasal dari keturunan pedagang Arab dan Persia yang datang ke Tiongkok melalui dua jalur, yaitu Jalur Sutra yang membuat mereka menetap di Chang'an dan sekitarnya, serta jalur laut yang membawa mereka ke wilayah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka kemudian berasimilasi dengan suku Han sejak masa Dinasti Tang dan melahirkan komunitas yang kini dikenal sebagai suku Hui.
Mereka merupakan etnis minoritas Muslim terbesar di China. Jumlahnya sekitar 11 juta jiwa yang tersebar di seluruh Tiongkok, meskipun sebagian besar tinggal di wilayah barat laut, terutama di Daerah Otonomi Ningxia Hui, serta di Gansu, Qinghai, dan Yunnan.
Secara fisik, mereka mirip dengan suku Han sebagai etnis mayoritas Tionghoa. Demikian pula dalam hal bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Mandarin dan berbaur dengan budaya lokal. Namun demikian, mereka tetap memiliki identitas keagamaan yang kuat dengan menjalankan ajaran Islam, meskipun dalam beberapa aspek tampak adanya pengaruh budaya Konfusianisme.
LANGIT7.ID-Tiongkok memiliki dua kelompok etnis yang dikenal luas karena mayoritas warganya menganut agama Islam, yaitu suku Hui dan suku Uyghur. Keduanya memiliki sejarah, karakteristik budaya, serta hubungan yang berbeda dengan negara, namun sama-sama memberikan kontribusi penting dalam perjalanan peradaban Tiongkok.
Suku Hui
Suku Hui berasal dari keturunan pedagang Arab dan Persia yang datang ke Tiongkok melalui dua jalur, yaitu Jalur Sutra yang membuat mereka menetap di Chang'an dan sekitarnya, serta jalur laut yang membawa mereka ke wilayah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka kemudian berasimilasi dengan suku Han sejak masa Dinasti Tang dan melahirkan komunitas yang kini dikenal sebagai suku Hui.
Mereka merupakan etnis minoritas Muslim terbesar di China. Jumlahnya sekitar 11 juta jiwa yang tersebar di seluruh Tiongkok, meskipun sebagian besar tinggal di wilayah barat laut, terutama di Daerah Otonomi Ningxia Hui, serta di Gansu, Qinghai, dan Yunnan.
Secara fisik, mereka mirip dengan suku Han sebagai etnis mayoritas Tionghoa. Demikian pula dalam hal bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Mandarin dan berbaur dengan budaya lokal. Namun demikian, mereka tetap memiliki identitas keagamaan yang kuat dengan menjalankan ajaran Islam, meskipun dalam beberapa aspek tampak adanya pengaruh budaya Konfusianisme.