83,5 Persen Jamaah Haji Bayar Lewat BSI, DPK Bank Syariah Ini Tembus Rp382 Triliun
Tim langit 7
Rabu, 10 Juni 2026 - 15:08 WIB
83,5 Persen Jamaah Haji Bayar Lewat BSI, DPK Bank Syariah Ini Tembus Rp382 Triliun
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat dominasi dalam layanan pelunasan biaya haji nasional pada tahun ini. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.
Tingginya penggunaan layanan haji tersebut turut mencerminkan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk dan layanan syariah BSI. Salah satu dampaknya terlihat pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp382 triliun hingga April 2026 atau naik 17,90 persen secara tahunan (year on year/YOY).
Pertumbuhan DPK terutama ditopang oleh tabungan yang mencapai Rp165 triliun atau tumbuh 22,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain tabungan, penghimpunan dana juga berasal dari deposito dan giro sehingga komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BSI mencapai 63,48 persen.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.
Selain menghimpun dana masyarakat, BSI juga mencatat pertumbuhan pembiayaan yang tetap kuat hingga April 2026. Perseroan membukukan pembiayaan sebesar Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen secara tahunan.
Ekspansi pembiayaan tersebut ditopang oleh pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM, serta mikro. Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,80 persen, membaik dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ade Cahyo Nugroho dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).
Tingginya penggunaan layanan haji tersebut turut mencerminkan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk dan layanan syariah BSI. Salah satu dampaknya terlihat pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp382 triliun hingga April 2026 atau naik 17,90 persen secara tahunan (year on year/YOY).
Pertumbuhan DPK terutama ditopang oleh tabungan yang mencapai Rp165 triliun atau tumbuh 22,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain tabungan, penghimpunan dana juga berasal dari deposito dan giro sehingga komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BSI mencapai 63,48 persen.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.
Selain menghimpun dana masyarakat, BSI juga mencatat pertumbuhan pembiayaan yang tetap kuat hingga April 2026. Perseroan membukukan pembiayaan sebesar Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen secara tahunan.
Ekspansi pembiayaan tersebut ditopang oleh pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM, serta mikro. Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,80 persen, membaik dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ade Cahyo Nugroho dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).